Tentang Menemukan Cara Belajar - Sebuah Kontemplasi


"Pain is temporary, GPA is forever. It's now or next year. Ganbatte Raf!" - Me, speaking to myself during exam 

Halo semua,

Pagi ini gue akan share tentang bagaimana gue menemukan cara belajar yang tepat semasa kuliah gue.

Buat kalian yang udah baca notes gue sebelumnya, lo mesti tau kalo di semester 1 gue masih pake cara belajar lama sembari melakukan observasi lebih lanjut.

Ternyata oh ternyata, kuliah di itb ga semudah yang dibayangkan lol. Belajar H-1 never works unless you were genius arshole wkwk. Tidak. Semua materi yang diberikan emang membutuhkan waktu 1 semester untuk dipahami secara keseluruhan. Jadi, masa-masa TPB yang gue lewati dengan belajar hanya beberapa hari sebelum ujian dengan materi seadanya dan tanpa latihan soal (sok-sokan belajar secara konseptual dan menghafal rumus sih gue), end-up with getting only B untuk Matematika, Fisika, dan Kimia.

Jangan ditanya nilai UTS gue ya, Kalkulus gue cuma dapat 24/42 (50an lebih dikit), Kimia gue dapat 40an, dan FISIKA cuman dapat 38 dari 100 :(

Njir. Sedih banget.

Untuk orang-orang yang selalu dapat 5 besar di sekolah pasti bakal shock berat. Dan ini ga cuman berlaku di gue, banyak yang lebih dibawah gue nilainya. Kalo aja nilai MAFIKI ini jelek sedari TPB ya, itu bakal kontribusi ke IP cukup signifikan karena mereka take up to 11/18 sks lol.

So, be aware ya! Cara belajar itu penting! Lupakan cara belajar lo yang waktu SMA dulu yang bahkan H-1 bisa lo kejar. Tenang, gue juga selalu gini kok, bahkan nilai gue ga pernah dibawah 85 untuk pelajaran ekstrim kayak MAFIKI dan Biologi.


Ya. Tapi kalo udah kuliah harus beda yah dan emang beda :")

Kuncinya cukup simple sebenarnya. Dalam perjalanannya, gue mencoba hal baru di semester 2. Jika di semester 1 gue kebanyakan belajar bareng, which is cukup ga efektif. Karena yang gue rasakan, ketika lo belajar bareng, masing masing lo ada di titik yang berbeda. Kalo mau bareng, biasanya lo harus menyamakan persepsi dan cara berfikir. Ini bisa takes time banget kalo gue hitung hitung. Alhasil, I come up with studying alone!

Buku buku referensi dari latihan soal hingga buku paket semua gue pelajarin. Gue menemukan pola ala bisa karena biasa. Semakin gue mempelajari solusi penyelesaian soal, semakin mengerti gue konseptual dari suatu materi. As simple as that. Adapun ketika gue menemukan masalah baru dan sangat sulit bahkan setelah gue mencoba memahaminya (serta kunci jawabannya), gue akan minta temen-temen yang jauh lebih pintar dan cerdas dari gue buat ngejelasin (ini sih di ITB banyak banget wkwk). Thanks to anak-anak OSN yang otaknya udah encer banget, gue minta mereka ajarin cara penyelesaian step by step.

And you know what, somehow mereka yaudah gituloh, baca soal, terus dijabarin satu-satu step by step, plus rumus dan konsepnya gimana. Gue salut sama alumni-alumni OSN ini ..... You guys so mantap!

Nah, yang paling penting lagi. Kalo misalnya lo udah dijelasin juga ga ngerti-ngerti. Yaudah gitu, move on! Jangan terlalu berkutat sama 1 soal yang bahkan kemungkinan kecil keluar wkwk. Disini lo ga ngejar dapat nilai 100 loh! Lo ngejar batas bawah suatu nilai. Let say kalo fisika biar dapat A tuh nilai totalnya harus 68. Artinya lo udah bisa targetin hal-hal yang diperlukan.

Contoh, setiap ada tugas lo kerjakan. Kalo proporsinya 20% ini berarti lo udah dapat angka 20, tinggal cari 48 lagi buat dapat A. Syukur syukur dosen lo memperhitungkan kehadiran (di itb sih gini). Kalo hadir 100% lo udah dapat 10 lagi. Sisa 38 ini yang lo bagi bagi sama nilai UTS dan UAS. Asumsikan 70% dari keduanya, lo cuman butuh nilai 55 dimasing masing ujian!

Yah itu mah kalo bener 3 dari 5 soal mah lo langsung auto A. Jadi ..... Inget. Lo gabutuh nilai 100 disini. Yang lo butuhkan adalah strategi. Jangan panik harus menguasai 100% materi wkwk. Mulai kerjakan soal dari yang termudah. Biasanya lo bisa lompat-lompat nomor kok, asalkan jelas aja jawaban itu milik nomor berapa dan part mana.

Sip.

Masih terkait cara belajar nih. Jadi akhirnya, waktu masuk jurusan, semua tuh kayak ke refresh gitu kan, pengetahuan dasar udah dianggap sama rata, namun ilmu metenya masih cetek semua. Nah disini gue akhirnya memutuskan untuk belajar sebaik mungkin demi mendongkrak IPK lebih tinggi lagi. Kenapa? Wkwk, dulu kepikiran kalo IPK > 3.5 mau coba pindah jurusan. Eh tahu-tahu malah makin suka wkwk. Gue juga akhirnya memutuskan untuk belajar bareng temen-temen gue, sebagai teman diskusi dan cara gue untuk mengulang dan memahami pelajaran. Karena dengan kita mengajari orang, sebenarnya kita  ga buang-buang waktu, kita malah harus bersyukur karena ilmu pengajaran teraplikasikan, plus latihan soal semakin gila lagi.

Gue dan temen-temen biasanya belajar buku paket bareng-bareng, ngerjain soal bareng-bareng, dan diskusi bareng-bareng. Kadang ada yang ga gue sadari, you-know-lah gue kan ga detail banget, ternyata ditemukan temen-temen gue, akhirnya kita bisa ngertinya juga bareng-bareng. Dan ..... lulus pelajarannya juga bareng-bareng, gengs!

To sum it up


Sip, perihal memahami pola belajar adalah sebuah keharusan. Tidak pun mendapatkan nilai yang tinggi, asal sesuai target dan akhirnya tidak mengulang. Cara belajar gue, mungkin tidak bisa disamakan dengan kalian semua. Karena dari segi apapun, karakter tiap manusia juga beda, belum lagi waktu dan cara pemahaman juga beda. Yang jelas, kita sebagai mahasiswa baru harus aware terhadap kemampuan diri sendiri juga. Kalo dirasa tidak mampu, ya keluarkan usaha yang lebih keras. Kalian sudah mahasiswa, gaboleh lagi cengeng, menganggap diri lemah, dan mencari-cari alasan untuk tidak berusaha. Kecuali, emang kalian yang sudah merencanakan demikian. Karena sejatinya, jalan yang kalian tempuh kelak, adalah PILIHAN kalian. Termaksud MENYERAH. Semua akan ada solusi jika kalian mau berfikir dan berusaha, tentunya. Jangan cuman berakhir di perencanaan doang ya! Jangan wacana! wkwk


Intermezzo


Emang sih jangan orientasi nilai doang, tapi dimana-dimana kan IP/IPK ini jadi semacam pintu gerbang lo lolos administrasi. At least kalo lo mau coba MT juga IP/IPK pasti jadi pintu gerbang lo diterima di awal. Setelah itu sisanya bakal fix terkait pola pikir lo, semangat lo mau belajar dan mencoba hal-hal baru, serta pengalaman/ jam terbang lo selama mahasiswa. Udah pernah ngapain aja, ikut lomba apa aja, ikut kegiatan apa aja, pernah jadi delegasi kemana, dsb!

Sip.

Semoga buat kalian para mahasiswa baru, bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan benar yah :)) Jangan pernah ngerasa salah jurusan, jalanin aja dulu, ntar kalo semuanya oke, pasti bakal ada satu momen yang bakal bisa bikin lo klik sama jurusan yang lo pilih.

Lagian ..... suruh siapa dulu main asal-asal pilih jurusan? Hahaha

PS. If you have followed my article, you would know that I have no idea what I am going to do with Meteorology in the first place. And I continue it anyway, even though I didn't work as Meteorologist, at least I am being part of Data Scientist know. Pola pikir yang gue dapat selama masa perkuliahan, benar-benar kepake buat ngasih solusi dan ngejawab pertanyaan bisnis baik itu untuk keperluan operasional, marketing, product, serta keuangan.

Don't think small. Think Bigger. Gaes!!!!

Last but not least ..... Don't forget


Coz we're forever students and constantly learning new things every single days. Don't let your thought about "Already smart" and stuff bother you, coz knowledge is infinite & can be learned*

* for those who seek the truth

Catatan untuk Mahasiswa Baru


Source: uii.ac.id

Halo!

Pertama-tama, gue mau mengucapkan selamat nih untuk anak-anak SMA yang udah diterima di perguruan tinggi pilihannya masing-masing. Percayalah, kalian adalah segelintir orang yang beruntung loh bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Buat yang belum dan masih berjuang, tenang saja, kalau memang tujuan kalian Universitas/Institut tersebut karena emang dari segi kualitas serta biaya kuliah yang murah, jangan sungkan untuk mencoba tahun depan! Boleh-boleh aja kok ga ambil kuliah dalam 1 tahun ke depan, asalkan waktu luang ini dipakai benar-benar dalam memperjuangkan mimpi kalian.

Here's the thing, kalian bisa aja coba buat cari kerja dulu, sembari mengumpulkan uang untuk kuliah selanjutnya, beserta bagi prioritas waktu untuk belajar. Gue punya beberapa kenalan yang emang baru kuliah tahun depan/ 2 tahun setelah tamat SMA loh. Beberapa simply ada yang begitu karena tidak mungkin kuliah di perguruan tinggi swasta. Ada juga emang sengaja buat kumpulin duit dan pengalaman dulu. Bahkan ga sedikit anak-anak orang berada yang emang ortunya minta anaknya magang dulu selama 1 tahun baru ambil kuliah. Contoh paling dekat, anaknya Obama, she took 1 year break  buat memantapkan hati ambil jurusan apa dan fokus pada penemuan passion hidupnya :))

Sip.

Adapun berikutnya, gue mau kasih pesan buat anak-anak Mahasiswa Baru (Maba), yang dalam waktu dekat akan menghadapi semester 1. Karena tahun pertama ini menurut gue salah satu tahun penting sih, apalagi untuk yang masih baru mulai beradaptasi di lingkungan baru, dan menjadi perantau di tanah orang hoho.

Source: A Calming Place (https://www.deviantart.com/arbebuk/gallery/)

1. Take it easy and do not rush


Inget, ini adalah semester pertama kalian. Artinya, kalian masih punya waktu 7 semester lagi loh buat kuliah :)) Di semester 1 ini, justrul kalian harus berhasil dapat Big Picture pace di tempat kalian kuliah. Apakah Pacenya bakal cepet banget, atau ternyata malah selow, sehingga ada potensi untuk diisi kerjaan/ selingan lain. Kalau gue dulu waktu di ITB, semester 1 ini gue bener-bener mencoba observasi apa yang ada di sekeliling gue. Gue mengukur saat ini gue berada di titik mana, dibandingkan temen-temen gue yang notabene anak-anak yang bersekolah di Jawa. Percaya atau tidak, perbedaan cukup mencolok lah dari segi penguasaan materi. Mereka udah jago-jago banget :") Tapi bukan berarti gue gabisa menyaingi mereka dong (?)

"Kenali dirimu, kenali lawanmu, kuasai medan perang, maka kita pasti akan menang" - Sun Tzu

Source: Expectation - Photography (https://www.kirillburyak.com/Dance/i-4BdVrkc)

2. Manage Ekspektasi


Ini masih terkait dengan pesan di awal. Buanyak banget Maba-Maba ITB yang gue kenal, yang di awal udah menargetkan IPK 4 ..... Goal se-ambisius ini sebenarnya tak apa jika orang tersebut pun memberi Effort yang lebih untuk akademiknya. Yang menjadi masalah adalah ketika, di tingkat 1, udah manage ekspektasi IPK sempurna begitu, dengan target masuk > 3 organisasi. Beberapa temen yang gue tau pun punya target mau masuk dan aktif di > 5 organisasi, dengan target akademik se-waw itu.

Dude, manage ekspektasi mu :)) Take it easy and slow, targetin boleh, tapi jangan ambisius banget. Kenali dirimu juga. Jujur kalo gue waktu ngeliatin target temen2 gue sebegitu gede, gue mungkin sempet jiper sih. Tapi berkat self-awareness  yang udah gue punya. Di semester awal gue coba targetin IP gue more than equal 3.00. Kenapa? Karena gue masih mau observ dan ngerasain feelnya kuliah di lingkungan begini. Setelah udah tahu pace dan cara belajar terbaik, gue akhirnya set ekspektasi gue lebih tinggi. Di semester 2 gue naikin target IP gue di 3.5, emang sih ga dapet, tapi at least ga jauh banget dari goal gue, dan gue semakin yakin akan dapat mengejar IP gue kedepannya hoho.

Kenapa sih mas ga langsung ekspektasi tinggi? Kan oke-oke aja?

Iya emang oke-oke aja dek :)) Tapi kalo gabisa lo dapatin, dan ternyata jatuhnya jauhhhh banget, temen-temen gue ada yang sampe depressed loh gitu nerimo IP pertama doi hancur-hancuran! Ini yang gue ga mau kalian rasakan. Yet, manage ekspektasi ini juga salah satu skill yang wajib lo punya di dunia kerja loh ..... "It's better if you have low expectation but deliver higher result than vice versa, giving high expectation to the client/ user but deliver under result"

BP XXXIII KAM BUMI GANESA ITB

3. Ber-organisasilah


Berorganisasilah, dek! Buat dirimu sibuk. Tau kan bedanya SMA dan Kuliah? Iya, jadwal kuliah lo ga akan sepadet SMA dulu. Kalo di SMA lo mungkin Senin-Jumat pergi pagi pulang petang, kalo disini yah lo bisa jadi 1 hari itu full banget dari pagi sampe sore, tapi bisa jadi 1 hari itu sepi banget bahkan libur! Nah, kalo udah gini, bakal banyak banget waktu lowong yang bakal lo punya! Nah, waktu kosong ini, kalo ga lo manfaatkan dengan baik kayak misalnya nongkrong-nongkrong doang, atau lo cuman main game Moba/ Mobile Legends. No, you're wasting your time! Ini tempat kalian buat menjaring network seluas-luasnya, melakukan kesalahan sebanyak-banyaknya, mengeksplor dunia seluas-luasnya, dan mengasah soft-skills seperti kepemimpinan, time management, even human management setajam-tajamnya :))

Source: A Dreamer - Photography (fstoppers.com)


4. Stay Focus


Baiq, this might be the best place to learn organization and stuff. Tapi bukan berarti lo sembarangan ambil unit/ organisasi yang akan lo dalemin. Sebelum lo komit untuk gabung, ada baiknya lo cari tahu dulu kenapa lo pilih organisasi tersebut. Apa yang lo mau cari, teman kah? skill kah? passion kah? Coba lo list se-detail mungkin, apakah organisasi tadi bisa align dengan goals hidup lo. Karena in the end, yang lo berikan adalah waktu lo, dan itu ga akan bisa diulang, wkwk. 

Ini kejadian sih sama gue, entah kenapa gue dulu ragu-ragu buat gabung ke Ganesa MUN karena ngerasa baper ga jago bahasa Inggris dsb :((((((( Padahal kan itu bisa dipelajari wkwk. Kenapa menjadi menyesal? Karena disini -harusnya- w bisa mengasah skill komunikasi dan debating lebih oke lagi, apalagi kan path karir yang sekarang sedang gue bangun adalah one day I should be part High-level management, and this kind of skills such as negotiation and stuff were definitely mandatory. Yet, English is a part of important skills to be have, if you want to lend your dream job!

Baiklah. Santai. Intinya adalah karena sebagai mahasiswa, gue percaya lo udah setting goals dong terkait kehidupan berkemahasiswaan lo termaksud akademik lo itu sendiri. Even some of you udah berfikir bakal kerja di bidang apa, kan? Atau mungkin lo udah tau dalam 10 tahun ke depan lo mau kerja dimana dan bagian apa ..... Tenang, long term goals ini boleh banget lo set, at least buat dapat gambaran besar, skill skill apa aja yang lo perlu bangun. Dibangun dengan apa? Salah satunya dengan berorganisasi, yang tentunya dapat memenuhi ekspektasi/ goal pribadi lo! Semangat

Source: weheartit.com

5. Fix your attitude


Baiklah. Ini yang paling penting tbh. Dengan segala pola pikir yang lo punya saat ini, tolong perbaiki attitude lo. Gue berbicara tentang cara menghormati orang-orang disekeliling lo. Tentang bagaimana perilaku yang lo anggap "masih bisa diterima" namun ternyata tidak selamanya begitu. Karena pada kenyataannya, setiap orang berbeda-beda. Ada orang-orang yang masih bisa menerima 1 hingga 2 kesalahan yang lo lakukan, dan ia maklum. Namun ketika lo melakukannya setiap saat, itu artinya bukan lagi kesalahan, tapi kesengajaan.

Iya, ini tentang menghargai dosen. Mungkin ada dosen yang oke-oke aja kalo lo datang telat, karena yang penting nilai ujian lo. Namun ga semua juga begitu. Ada yang menjunjung tinggi attitude lo, artinya beliau mengharapkan lo menghargai beliau, dengan tidak datang terlambat, ataupun izin ketika keluar kelas. Tapi saran gue, apapun tanggapan/ rules yang diset dosen lo, silahkan diikuti dan dijalankan, selagi itu tidak mengganggu norma-norma yang berlaku. Bahkan lebih baik lagi kalo lo ngga "dengan sengaja" melanggar / memanfaatkan kelonggaran yang diberikan dosen lo. 

Coba lo tanyakan sama diri lo, lo kuliah untuk apa. Kalo emang tujuan lo untuk "Belajar", otomatis cara memenuhinya adalah mengikuti semua pelajaran dengan baik dan benar, dari awal hingga akhir. Dengan niat yang bagus, gue yakin lo ga akan pernah mikir gimana caranya buat cari-cari kelonggaran ataupun memanfaatkan hal-hal yang justrul merugikan lo secara pribadi. Contohnya, dosen lo ngomong kalo kehadiran minimal 80%. Artinya, lo punya jatah 3 hari buat gadateng pelajaran dosen lo. Pertanyaan gue, apakah dosen lo rugi? Tidak. Apakah lo rugi? Jelas! Karena lo ga dateng pelajaran yang -mungkin aja- bakal lo pake di ujian, bahkan di dunia kerja!

Sharing pengalaman gue sedikit. Mostly emang dosen melonggarkan hal-hal kayak gini, tapi di gue sendiri, bahkan ketika gue sakit ya gue dan temen-temen gue beneran bakal sebisa mungkin dateng. Dalam lingkaran pertemanan kita juga, ga akan pernah memanfaatkan hal-hal begini karena kita semua udah sadar kalo yang butuh tuh kita, bukan beliau. APALAGI, matkul-matkul semacam Kalkulus, Fisika, Kimia, dkk :") 1 topik lo lewatkan, bakal bingung banget buat lanjutin materi lainnya. Hohoho

Sip. I believe you've been adult enough lah to think which one is good, which one is bad. And do not even try to do something to the others, about anything you didnt want to experience. Always put yourself in someone's shoes, and fixed your attitude!

That's all guys! Good luck buat tahun-tahun pertamanya loh!

I believe you can do it koks! hohohohoho

Surat untuk Netizen, Spread Love not Hate - Sebuah Kontemplasi


Source: Luis Beltran

Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

At least, itu yang sedang aku rasakan.

Disclaimer, tulisan ini untuk mengekspresikan apa yang sedang aku rasakan sebagai Silent Majority. Tbh, I feel ashamed karena gabisa belain adik-adik ini setiap ada yang menghujat mereka. Apalagi sebagai anak yang pernah dibully dan survive -ingat, beberapa tidak selamat dan memutuskan untuk bunuh diri loh- untuk masalah bullying ini. Semoga dengan tulisan ini, paling tidak akan ada yang mulai menarik kata-katanya, serta merunungkan segala perbuatannya.

Baiklah.

Belakangan, kalian pasti tidak asing dengan nama-nama ini: Nurrani, pemilik akun @nurrani_r, yang menganggap dirinya istri "Sah" Iqbal. Ataupun Bowo, pemilik akun @bowo_alpenlibe yang merupakan artis Tiktok, salah satu aplikasi yang dianggap orang-orang aplikasi "Bodoh". Padahal mereka tidak sadar, bagaimana instagram juga dinobatkan sebagai aplikasi paling membawa dampak buruk untuk saat ini.

Ok.

Gue ga akan fokus ke aplikasi-aplikasi ini. Karena sejatinya, mereka hanyalah tools untuk meng-ekspresikan diri. Dan otomatis, jika kelewatan, semua aplikasi bisa menghasilkan tindakan yang dianggap "Bodoh" kan (?).

Sip.

Lantas, apa yang terjadi saat ini?

Gue akan terus terang, yang terjadi adalah Major Cyber-bullying. Iya, model bullying oleh netizen, dan dilakukan pula oleh banyak orang! Gue mungkin risih, ingin banget ngomenin satu-satu tentang jangan begitu mengomentari hidup orang. Tapi apalah daya, benar-benar hampir semua orang men-judge dan menghina anak-anak remaja ini. Iya, anak-anak yang hitungannya masih SMP, 13 tahun, masih mencari jati diri, masih mencari-cari apa yang mereka suka.

Netizen seakan berojol langsung menjadi dewasa, tanpa pernah mengingat fase-fase yang pernah lewati. Sejatinya akan mirip, siapa yang ga sempet melewati fase "Alay", untuk sekedar mengikuti trend, dan mengekspresikan diri yang mereka anggap "keren" (?).

"Apa yang lebih jahat dari Ibu tiri? Ibu jari netizen!" 

Coba deh kalian baca-baca komentar di postingan Nurrani. Gue bukan ga punya kerjaan sih, di tulisan ini, gue mencoba memposisikan diri gue sebagai Nurrani. Yang awalnya bahagia karena apa yang dia lakukan viral, namun ketika melihat komentarnya, sedih banget!



Buat mba-mba/ netizen yang menyempatkan berkomentar buruk. Coba renungkan sejenak ya. Sebagai manusia seutuhnya, harusnya kalian berfikir, "kalo gue mau dihormati, gue harus menghormati. Kalo gue gamau diperlakukan A, maka gue ga akan melakukan A ke orang". Simple kan? Iya simple.

Always put yourself in someone shoes. Coba posisikan diri sebelum bertindak. Apakah kalian mau diperlakukan seperti ini? Apakah kalian mau dihina-hina? Apakah kalian mau dibilang Bodoh? For me, big no! Gue pernah nangis loh waktu guru gue bilang gue bodoh. Semenjak itu, gue ga akan pernah ngomong orang bodoh/ goblok/ apapun yang dapat menyakiti orang lain. Karena gue tau gimana rasa sakit itu. Call me baper, call me overthinking, you guys just have no idea by being bullied, right? Semoga kalian tidak merasakan :) Tapi yah jangan memberikan hal itu ke orang juga kan?

Baik.

Komentar-komentar yang gue screenshot ini, tidak akan naik keatas jika tidak banyak yang like. Secara otomatis, banyak yang "Setuju" komentar-komentar jahat seperti ini. Apa yang kalian cari? Berharap ani berubah? Berharap ani menjadi orang lain? Berharap ani menjadi seperti kalian? Mengomentari/ menanggapi satu-satu? Ingat loh, dia tidak mengharapkan jadi viral! Dia viral karena akun-akun yang share, belum lagi Iqbal sendiri sempat mengomentari akun dia. For me, it really does funny! Tanpa ada yang tersakiti.

Sampailah sekarang, malah makin banyak yang bully. Doi masih SMA/ SMP (?) Intinya doi masih dalam masa pubertas. Biarlah dia berkarya. Biarlah dia menentukan jalan mana yang dia ambil. Mungkin di awal dia hanya ingin menghibur orang-orangnya (?) Atau mungkin ia ingin di-notice oleh Iqbal, karena dia fans berat (?) We don't know anything about her. So, don't judge.

Sekalipun Ani baca tulisan gue, inget yah dek. Apa yang dikatakan orang-orang, apakah lu tolol/ bego/ bodoh, ga berarti itu mendefinisikan lo! Tetap berkarya dan tetap pada jalan yang benar. Just be yourself, be humble, niatkan ke yang baik-baik. Prove them wrong. Buktikan mereka salah, kalau lo ga bodoh, kalau lo kreatif, kalo lo punya niat baik untuk menghibur orang, dan ga menyakiti siapapun. Jalan lo masih panjang banget, lo masih melewati masa sekolah, gue saranin lanjut kuliah sesuai passion lo, buat men-support apa yang lo cita-citakan! Don't let your haters define you!

Sip.

Gue pribadi juga truly support apa yang dikatakan mba @rahmasyifaa yang menurut gue baik banget telah mengekspresikan apa yang gue rasakan juga. Gue beneran setuju! Netizen ini terlalu kelewatan, anak-anak yang masih pubertas, yang masih perlu dibimbing, malah dihujat habis-habisan loh! Beberapa ada yang jahat banget malah ngurusin rezeki masing-masing. Berlagak "Tuhan" yang secara gamblang telah mengatur rezeki orang ya, para netizen?! Huft!

Gue yakin, banyak yang seperti mba rahma, banyak yang mencoba membela, namun suaranya tidak terlalu didengar. Gapapa gaes, kita harus meyakini dan memperjuangkan hal-hal yang benar! Karena sesungguhnya itu yang menjadikan kita "Manusia" seutuhnya.

Sip.

Satu lagi, tulisan ini, berlaku juga untuk adik-adik lain yang ngerasa punya Haters, just express yourself gaes, jalan kalian masih panjang, dalam prosesnya kalian bakal nemu mana yang "Boleh", mana yang "tidak boleh", atau mana yang "sebaiknya tidak" untuk dilakukan. As long as you guys stay humble and had positive intention, gue akan sepenuhnya support! Hoho. Ini hidup kalian, kalian yang ngatur, tidak perlu diambil pusing loh apa perkataan netizen ini. It's yours, not theirs!

Okey.

Sebelum gue juga ikut ter-cap sebagai netizen nyinyir, karena sesungguhnya hamba jugalah seorang netizen yang menyampaikan opini. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi banyak netizen juga, yang sebelumnya banyak menyebarkan kebencian. Inget gaes. #SpreadLove #NotHate karena semua akan lebih indah, dunia akan lebih bahagia, ketika semua orang menyebarkan Cinta dan Kasih sayang loh! Give the positive vibes to the societies! Hargai karya orang lain. Jika dirasa apa yang mau kalian ungkapkan tidak baik. Lebih baik diam! Karena sesungguhnya .....

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkata baiklah atau diam" - HR. Muslim

Merci! Gracias! Thanks ! Danke ! Terima Kasih ! Bedankt ! Syukron!

Jika suka dengan tulisan ini, mohon bantu kami untuk share tulisan ini. Mari kita buat dunia menjadi lebih baik! - Rafi

"What's the point of doing social projects?" - A Point of View


Halo gengs!

Recently I was asked about this question by my friend.

"Raf, what's the point of you doing social project?"

To answer this, you must know that it's definitely personal things. There's no such thing that I only want to be viewed as "Good" people or stuff. I just want to fulfilled something I missed during my terms working as professionals.

You might know that I used to have several project social when I was student, right?. Formerly, I might hidden my own agenda for creating my CV looks great. But no, even after I get the jobs due to things I have done, I felt something missing that I really want to get and find really soon for the past 1 year. I want to give my best for the societies, I want to make as much as good deeds possible, interact with more people and of course fulfilled my basic human right as social being.

I was struggling with "Is it really a life I want?" or ..... "Is it ok to paid less but you can work and give more to the locals?". Ya, I was having this kind of thought whether I should left my current career path or not. Till I gave up everything to my senior about what I was feeling, that I want to contribute more, even after being professionals. She felt it too!

So yeah, this is why I am currently developing our own project called #BangunMimpi. It might be sound cliche, but what I really want to do is simply ...... contributing as much as possible to the locals. I don't want to be stubborn for thinking only for myself. Enough is enough and definitely it's not my value. Even on my surrounding, I don't want to myself only, it felt wrong and not so cool. So, the least I could do is inspiring my colleagues and peers to do something great, giving extramiles for the company I work.

So yeah, coz this feeling, I need and want to broaden this feeling further, and create this project as the pilot project. It might looks not so sustain, but surely we will think about it, to make it sustainable soon.

Conclusion


So yeah, for those who asked, hopefully you could take something within this post. I simply want to fulfilled the missing pieces that I felt recently. To fulfill this, I simply put myself to create new projects for helping the children on Papua.

Calm down, coz the ticket cost to go there would be covered by us personally, almost all of team already have our own jobs, and the rest is about giving something more for the 100 children such as Books, Shoes, and any additional resource for helping us creating the program.


Thanks gaes!

Anyway, if you want to ask anything about this program, kindly asked me directly via WA - 0812-2040-6308. Will definitely answer your questions tho!

Looking forward to discuss and getting the funds from you as well !

What Makes You an Ideal Candidate for Data Analyst?


Disclaimer: This article is personal opinion, the answer might differ for someone who might be an expert already.
Source: pluspng.com

Recently, someone asked me

"What makes you qualified as Data Analyst? I mean, you graduated as Meteorologist, how could you get the job?"

The answer to me, is pretty simple.

First of all, you need to figure out that every field, would need analyst in it. And of course, their jobs/roles might be completely different each other, cause it depends on the needs of the business. Some companies I knew, even had its own analyst in every division. Let say, there are Human Resource Analyst, CRM Analyst, Marketing Analyst, Buyer Analyst, Seller Analyst, Promotion analyst, GIS Analyst, and etc .... The tools might be different each others and of course the purpose and how focused it was, would be depends on the roles itself. So yeah, every body can be analyst, but the complexity should be differ each others.

Second of all, Human themselves, are born to be problem solver. Being analyst, not going to make you only do the simple things such as create report and stuff, instead, you will be expected to solve problem, analyze, and give the best recommendation to drive the business. So, assure you can solve problem in an effective way, this would explain your way of thinking to define, approach, and solve problem itself.

Third of all, before you think it's your best job, please assure that you love it. You need to remember, that, this role might be a new whole things to you. Let's take an example, that formerly what you analyze were Atmospheric stuff, in here, you'll learn about the business as a whole. Yet, you need to remember as well, that the tools would be something new to you. Imagine if everyday, you didn't like your job/ role, learning new things might pain in the ass. Seriously, but if you love it, it will be your new playground, where you feel happy about learning it, and every day would be the best day coz you learn new things every minutes. And of course, if you enjoy it, you'll learn faster, and you'll feel the gap between you and other professionals faster.

Last but not least, being Meteorologist itself, is one of my biggest advantages in explaining what my passion is. Yes, Meteorologist closely work with Programming and Statistics. And I love crunching with data, and transform it to be insightful things that can be informed to the locals. This is why, being Meteorologist might be the best start to begin my career in analytics as well as Data Science world, right? Coz in here, we always start with 5W+1H questions to analyze any phenomenon, and to be able explain why something just happened. We need to be ready about that, and all of the possibilities to explain the "Why".

Source: valuesearchonline.com

Sip. The conversation continues, I was asked more "How could I get this job? Since, from what I knew, if the major completely different with what they expect, the company might reject our application directly."

Well, about this. I guess it depends on the way you convince the interviewer tho.

I personally, when I was interviewed by my GM, I told him that I really interest with this world. I could convince by the time when I was on FGD, I nailed it. The topic simply about big data, analytics, and science. And I could explain all of that, cause I was prepared enough. And of course, I told him that Meteorology was learning about Statistic and Programming, and my final thesis were about prediction analysis, and how huge the data can be.

So yeah, if you want to nail the interview, please prepare this well. Convince them how interest you are, and how far you want to achieve that. For example, I told him that I was already taught myself about Pivoting, and SQL, and told him honestly about how hard this can be, when I didn't have the database by myself. But since, I used to learn programming and stuff, I could give him how well "my logic" to solve the business problem.

Sip. He kept asking me about this, so let it flow. He asked about "How tight data analyst competition is?"

Hmmmm, well, tbh, the competition is quite hard. Mostly our competitors would be came from IT, Scientific major (Physics, Mathematics, Meteorology, Oceanographic, perhaps Astronomy (?)), and Statistic. Usually, the qualification looking for those who already applied statistic and IT at the same time. So yeah, goddamn blessed to our major tbh. Coz we have learned both intensely haha, even though for data analysis purpose with different metric.

However, it doesn't mean those who came from Engineering background can't have this jobs. Coz fun facts, my senior came from Chemical Engineering, and my colleagues in advance analytics came from Physics background. And both are completely talented.

Your application can be stand out from others if you had given that you're really interest with this. You tell them with how far you already researched about that, and imagine the possibilities! There would be more advantages if you already have the business acumen. Let say you already have experienced in it, and show them how you solve problem based on the data and stuff. Or ..... perhaps, imagine the possibilities once and for all. Let me state this clearly, if you're better statistician than your peers, if you're better in programming than average statistician, and if you have the business sense to grow your business farther, Then welcome to the world, gaes, you're the perfect candidate for Data Scientist!

Please keep in mind, if you came from not-so-related background (that you thought?), don't be. Coz, all of the things that happened in this working world, always expect us to be able to learn. Yeah, all of the gaps can be filled, if you want to fill it. How? Learn it! Sketch what you need to learn, learn it from any resources (googling really does help), and apply this so that you can be master to it!

Hohoho, good luck, Yud!

Belitung Trip Planning and Day 1


Halo Gengs!

Akhirnya, ada waktu buat nulis lagi :p

Baiklah, hari ini gue akan cerita terkait perjalanan gue ke Belitung waktu Hari Kejepit Nasional kemarin. Haha. Yaps, mengambil cuti ke sekian kali, untuk sekedar menikmati penghasilan yang ada kan ga ada salahnya ya :)))

Sip.

Pertama-tama gue akan cerita tentang planning.

Sejujurnya, belitung bukan tujuan utama kami loh. Haha. Awalnya kita ngejar Lombok banget. Kita nge-rencanain sejak Januari buat cari-cari hari kejepit begini. Sempat menuai perselisihan karena temen gue, Oji, kan udah masuk ke dunia Konsultan, doi takut gabisa cuti. Wkwk. Padahal mah cuti tinggal cuti aja kan :p

Sip.

Ternyata eh ternyata, di bulan 2 an, kita akhirnya sudah lelah dengan perdebatan yang ada. Apalagi oji yang sudah lelah dengan Wacana-wacana manusia wacana. Yaps, dia pun agak sedikit memaksa dengan "Take it or leave it". Gue, jujur aja harus take it dong, karena gue juga lelah dengan gemerlap jakarta, mau coba main di Alam juga. Mumpung masih ada rezeki dan kesempatan, kenapa ngga?

Gue akhirnya mulai bergerak buat meng-oke-kan semuanya. Ada satu part kita semua cari tahu tentang tiket pesawat sana-sini, sampe sampe ke tiket hotel dsb. Ada temen kita, bernama Fandy, ternyata uangnya ga turun-turun. Sedih ya. Dia pun memutuskan untuk mundur. HAHAHAHAHA.

"Hmmmmm, sudah kuduga".

Karena cuman ber3, akhirnya gue, oji, dan Renny memutuskan mencari 1 orang pengganti. Nah kalo gue dan oji ini kan sebenarnya santai ga sih buat begaul ke siapa aja. Walaupun kita tergolong Public Enemy yang ga tau salahnya dimana :p Tapi kita tetep terbuka lah buat berteman. Unless benar-benar toxic people yang kerjanya bikin mood orang jelek. No, I hate that bitch. Eh, si Renny deh yang agak susah. Maunya sama orang Anti Baper Baper Club, jadi bakal banyak banget nama yang tercoret hahahaha. Sampe lah kita ke Amel. Karena Amel ini juga typical open-minded person, dan jarang banget bikin orang badmood (walaupun kadang iya). Yaudah, kita ajak deh.

DAN DOI MAU!

Yey! Squad, terkumpul! Sip, no recruit-recruit lagi. Tanggal udah pas, gabisa diubah. Karena kita semua pada pengalaman, semakin banyak kepala, semakin banyak wacana, semakin susah nentuin tanggal.

Catet ya: Gausah berwacana ria dengan manusia > 4 orang deh. SUSAH! Gue udah ngerasain, dan mungkin lo juga sering. Dan .... In the end yang jadi berapa orang sih? 4? 3? Yah the numbers ga besar-besar amat lah!

Ternyata eh ternyata, kita cek harga tiket yang semula PP 1.3, berangkatnya udah 1.2 sendiri dong. Gue udah state sama temen-temen budget gue ga lebih dari 3 jetong all in.

Mereka juga setuju, gamau kemahalan. Sampelah kita ke opsi ke Belitung, karena pantainya mirip-mirip sama Lombok lah. Bali juga auto coret karena udah mahal. Emang tanggal yang kita pilih bagus banget wkwk. Harpitnasnya hari senin, hari super riweh juga kan, jadi kalo cuti disana akan bikin otak fresh banget.

Nthaps.

Kita memutuskan beli. Awalnya sih harganya di sekitar 900K PP, eh tau-tau, selang sekian jam udah berubah jadi 1.2, kita planning mau pesan jam 12 malem mungkin berubah dan ternyata Engga!

Sampelah ke keajaiban, ada pesawat Citylink yang jalannya 600K, tapi cuman ada 2 kursi. 2 lagi kita ambil Nam Air yang harganya udah 800K pergi doang. Karena tiket pulangnya masih murah, kita ambil dulu sebagai tanda jadi juga.

In the end? Karena urusan uang ini cenderung ke Socialist, semua harus bagi rata. Tiket PP kita 1.125 Jetong! Oh iya, tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk Traveloka dan Tiket.com yang selalu menyediakan pilihan pembayaran dan DISKON untuk kita low-budget traveler! Haha

Sip, there's no turning back! Semua udah kebeli, tiket udah nge-pas. Harus jadi. Next, kita akhirnya cari-cari Tour gituh. Huhuhuhu. Ini sih urusannya Oji ya, haha. Akhirnya kita nemu yang termurah dan mungkin yang terbaik. Belitong Sky!

Fasilitasnya apa aja? Ini dia!

Yaps, mungkin kalian sadar! Itu, hampir semuanya pantai ! Wakakaka. Tapi tak apa lah, namanya juga Belitung.

Sip. Perencanaan Selesai. Then what?

Mari kita bicarakan perlengkapan. List ini berisi perlengkapan yang gue bawa PLUS perlengkapan yang SEHARUSNYA gue bawa :(
1. Alat Mandi (Handuk, Sikat Gigi, Shampoo, Sabun)
2. Baju > 6. Seriously dude, beach is so damn hot, you'll be sweat af, and need more clothes!
3. Celana Pendek > 2, excluding celana renang loh. Saran gw pake celana pendek saja
4. SUN-fucking-BLOCK! Really gaes, currently I'm black af :( My skin's burned, I didn't use any Sunblock at all.
5. Sendal. Yep, untuk memudahkan dirimu celup-celup kaki di Pantai. Kusuka.
6. Celana Renang, bisa pake celana pendek, yang sewayahnya sajo. Dipakai sih di hari ke 3 hehehe
7. Obat-obatan (optional)
8. Tabungan yang cukup. Haha, demi merasakan makanan-makanan khas local yang terkenal, but quite expensive tho.
9. BUKU! Siap menemanimu

Oke. Mari kita lanjut ke cerita yang selanjutnya! 

Day 1


Siap, kita flight di jam 05.55 yah dari Cengkareng. Nah, karena gue posisinnya ada di Jaksel, gue pun memutuskan untuk ke Tangerang buat nginep di Oji. Yep, leave your work's stuff behind, gue gabawa laptop kok kesana :p Ga akan kebuka juga kayaknya.

Sip. kita hampir saja ketiduran. Baru kebangun jam 04.10 gitu yah, cuci muka dan gosok gigi dikit, kita pun siap pergi ke sana jam 04.20, sembari menunggu driver, kita akhirnya check-out kostan jam 04.30. Untunglah udah check-in online, dan karena bawaan kita cuman 2 tas, dan itu ga berat-berat amat, kita gapake Bagasi. Tinggal check-in dan menunggu pesawat.

Sembari menunggu, sedikit foto-foto biar dapat exposure lagi di Bandara dong :p

Ini nih dia!



Mantap, selepas boomerang dan foto Bandara, kita pun take off menuju Belitong! Go!

As always, much love citilink lah <3 Mirip-mirip garuda hehehehehe (namanya juga anak perusahaannya rap).

Okaysss. Tak lupa pula ku bersyukur telah membawa buku "The CEO Differences", ku menyelesaikan 2 Chapters during this trip. Ya lumayan lah buat nge-dapatin insight kehidupan utamanya tentang karir.

Tara ! Ternyata 50 menit kemudian, ada pengumuman nih dari mba-mbanya, kalau pesawat syudah mau mendarat. Beruntungnya gue duduk di dekat jendela dan ...... I can't stop smiling, gaes! Entah kenapa ku hanya tersenyum membayangkan gue bakal janjalan disini hahaha. Karena emang dari atas indah banget, bebas macet pulak. Q Senang, begini lah penampakan dari atas.



Nah, karena pesawat gue dan Renny, Ameng beda 2 jam, kita pun akhirnya diajak jalan-jalan sama masnya. Kita diajak ke kotanya dongs, dan masuk ke destinasi pertama ..... Mie Atep! Yuhuu


Ini tempat aslinya, dan ini buka jam 8 pagi banget. Gitu buka, langsung rame hahaha.

Bentuknya gimana? Well, to be honest, ternyata ini tuh mirip banget sama Mie Rebus yang biasa gue makan di depan rumah gue, yang biasanya dijual sama orang India. Tapi ...... Rasanya coyyyy, beda banget. Mie yang disini lebih endoseee, enak pake banget lah, gurih banget kuah Udangnya. Ku se-bahagia itu :(((((

Plus, minumnya pake Es Jeruk Kunci ....  OMG, endolita ! Makin niqmat pokoknya. Karena kita dikasih sama Tournya juga yah ..... Gue iseng nanya harganya beraposek ..... Ternyata di harga sekitar 18K + Es Jeruk Kunci nya 7K. In total, siapin duit 25K ya ....... Ingin nambah tapi masih menjaga budget sih dulu wkwkwk.


Wokeh, waktu masih panjang nih, terus kemana lagi?

Alhamdulillah, si abangnya ngajakin kita ke Pantai pertama nih. Tepatnya di Pantai Tanjung Pandam. Ini tuh ancolnya belitung. Pantainya sih ga bagus-bagus banget. Tapi cukup baguslah for killing your time. Sempat mengabadikan foto sih, tapi perut dan pusar gue kemana-mana :( Jadi gue kasih foto Oji aja deh wkwk.


Tapi boong, yah itu sekedar foto gue ala ala gaya sugar daddy uno yaps.

Oke, move on. Akhirnya kita balik ke Bandara lagi, sembari menunggu 2 bidadari turun dari kayangan. heuheheu.

Baiqlah, akhirnya kita dipertemukan, dengan keadaan mereka ngomel sejadi-jadinya. Meminta kita buat ganti pesawat karena Nam Air berasa angkot terbang :((((( Tapi karena ga mungkin, yakeles, tiket mehong cuy. Ga ada lagi jadwal terbang, kalopun ada tinggal Garuda hahaha. Dengan berat hati, harus melewati ini 2 kali gengs!

Nah, setelah semuanya siap, ameng dan renny juga harus ngerasain kelezatan Mie Atep dongs? Yaps, akhirnya kami ke 1 tempat yang disitu ada Kopi Kong Djie. Soal rasa, karena w ga begitu penikmat kopi, w sih ngerasanya B aja, tapi tjoekoep buat w melek seharian hahaha.

Sedikit dokumentasi tempat nih gengs:



Siyap. Setelah semua ngerasain, kita akhirnya jalan menuju destinasi pertama. Yaps ..... Pantai Burung Mandi ! Kenapa dinamakan demikian? Tbh ga tau sih, dan ga nanya juga. Disini, yang dapat kalian temukan adalah ..... Kapal-kapal nelayan yang sedang istirahat, dan ..... 1 Jembatan tempat TNI menginap (seriusan loh gengs, ada Tendanya uga).

Nah ..... to be honest, IMHO, pantainya sih b aja, tapi kalo suka sama laut mah oke-oke aja ya haha. Disini kita ngambil foto di kapal-kapal nelayan itu sih. Tapi kalo gue suka foto-foto Selfie bareng temen-temen gue heuehehehe. Berikut penampakannya.




Puas dengan foto-foto disini, kita move on ke Klenteng dewi kuan-in! Yuhuuuu, disini kita benar-benar cepet banget ngambil fotonya. Jadi ga banyak dapatnya. Paling foto boomerang ala ala deh .....


Nah, setelah dari sini, kita pun akhirnya pergi menuju Gantong. Yep, kita mau ke destinasi tempat Laskar Pelangi loh :))))) Nah kita jalan sekitar 30 menitan dari Klenteng ini. Sembari di jalan, kita cerita-cerita terkait buaya dong. Ternyata benar, kalo di Belitung ini, rawanya emang dipenuhi buaya gengs. Mangkanya jarang banget liat anak-anak mandi sungai. You know lah, Buaya rawa kan termaksud yang paling ganas. Cerita juga kalo musim hujan, pernah sampe kebanjiran gitu, buaya bisa masuk sampe rumah-rumah warga -,- Untunglah ada pawangnya kan, jadinya sering bisa diusir gitu. Korban jiwa? Ada !

Sip. Di tengah jalan, kita singgah ke tempat makan gitu. Gue lupa tempat makannya, tapi ternyata lumayan terkenal, banyak banget foto-foto pejabat yang udah pernah makan disono.

Disini. Untuk pertama kali gue makan Gangan-nya orang Bangka Belitung. 

Us, having fun with food
Gangan ini apa yah ...... Gurih, manis ..... Berasa makan gule, tapi gapake santen. Kerasa banget lah kalo makanan Indo tuh, gajauh dari rempah sama sekali, tinggal diganti-ganti aja, mana yang ditambahin, mana yang dikurangi, jadilah masakan baru. Wkwk. Since yang gue makan Ikan, gue makan ini dengan sangat lahap!

Eniwei, disini sedia kepiting juga, dijual per-kilo gitu. Tapi karena gue gabisa makan kepiting, temen-temen w gajadi beli hahahahaha. Mehong kalo cuman bagi 3 sih. Selain gangan kita juga beli cumi-cumi saos Padang, sama tumis-tumisan gitu deh hehe. Ada pesen udang juga, lupa diapain. But, in total ...... Tau-tau kena 250an weh :( Karena di menu juga ga ada tulisan harga, ada baiknya kalian yang sangat tight sama budget, buat difikir-fikir dan ditanya terkait harga yah gengs!

Sip.

Selesai makan, kita pun cari mesjid terdekat buat Sholat. Karena masih tergolong Musafir, jangan lupa untuk nge-jamak geng hahaha. It's your privilege!

Saatnya melanjutkan kembali perjalanan! Sampe lah kita ke ..... Kampung Laskar Pelangi!


Yeps, that's me with resting bitch face. Idk but, having that face with perfect body might be flawless ya haha. Been struggling with  this kok.

Baiq. Disini harusnya bayar 15K perorang sih buat masuk. Untungnya, kita udah terima bersih kan hehe. Jadi tinggal nikmatin aja gengs.

Gitu kalian masuk, nanti bakal disambut sama warga yang sedang jualan sih. Saran gue, selesai foto-foto beli coba apa yang mereka jual. Es jeruk kunci nya endolita banget coy! 

Es jeruk Kunci + Somboy = Surga!

Heuheu.

Well well, jadi waktu kesini, yang gue bayangin adalah film Laskar Pelangi waktu pembukaan ituloh. Yang bikin mewek di 5 menit pertama :( Gue pribadi seneng banget bisa main kesini, karena jujur aja gue benar-benar mencintai Belitung sejak gue nonton. Dan ingin banget kesana. Huhuhuhu.

Ternyata eh ternyata. replika sekolahnya juga oke sih, sesuai film. Dimana sekolahnya diganjel pake pohon, terus ada ruang kelas yang kecil, beserta ruang kepala sekolah, ada juga replika sumur tempat wudhu para laskar pelangi. Yhaaa, cukup detail dan mengenang sih bagi w, seolah-olah ada flashback di film gitu. Iya. Sempat kepikiran sama sosok Lintang yang ...... sangat bikin terenyuh dengan semua kondisi yang serba terbatas.

Disini kami ngambil beberapa take photo sih ..... Dengan berbagai macam gaya. Kurang lebih disummary sama foto-foto ini ya. Udah gue edit, jadi ya mayan mempercantique.

Gue bener-bener bahagia dan ngerasa kembali ke masa anak-anak. Dan ..... gue ga terlalu  peduli dengan kondisi sekitar ketika kami diberengi/diliatin para teturis lainnya. 

Yeah, shud I give a fuk? nay, bitch. Hahaha.

Sip. Ga kerasa kita tuh, udah sempat gonta-ganti rombongan gitu. Intinya kita yang paling lama disini buat take foto, atau sekedar merefleksikan sekian hari kedepan bakal kayak apa. Hahaha, sebahagia itu ya janjalan pake duit sendiri :( Jadi ikut syeneng. Wqwqwq.

Okeee. Selesai dari sini, kita masuk ke destinesyen yang lain gengs. Sekitar 5 menit aja dari kampung laskar pelangi, kita masuk ke Rumah  Keong!

Ini keadaan udah sore banget lah, untuk pertama kalinya kita lelah banget buat take photo dan gaya-gaya fake friendship itu :((( Tapi gapapa, nikmatin aja, mumpung jadi turis!

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan disini.

1. When you get shit done, you can make something looks so special. Like this one, geometry done right! Iya, yang membuat rumah keong unik, simply bentukan bangunan dari rotan, yang mirip rumah siput, dan dari sisi geometrinya juga oke. You can take a photo candid, together with ur fam, or simply take a photo of you, alone, just like my photo in here (won't upload this in here. Lul)

2. Selain rumah keong, ada danau yang kalo menjelang sore tuh enak banget dipandang bhebs. Ingin berenang sih tapi tak boleh dan bikin malu hahaha. Untuk sunset juga harusnya disini oke banget :( Sayang kita ga berlama-lama disini. Sila difikirin gaya yang tepat gimana buat di danau ini. Lo mau candid boleh, resting bitch face boleh, ala-ala fake friendship juga boleh. It's your call lah haha.

3. Ada rumah  keong, versi modern. Mirip tempat frieza musuhnya goku bersemayam, warnanya putih, dan bagus untuk foto-foto (yaiyalah).

4. Officially engaged with renny :p Try to look that photo up there lah, gue dan renny bikin foto begituan.

Sip. In the end, kita udah lelah banget. Ameng juga udah pasang muka amel yang sesungguhnya. Muka bete doi hahaha. Emang ga pernah selelah ini buat ambil foto-foto gengs :( Kusedi tapi kubahagia. Haha.

Terakhir, foto bersama di rumah Frieza yah gengs. 


Nah siap geng. Setelah  ini, kita pun kembali pulang menempuh perjalanan sekitar 1.5 jam lah. Sampe di hotel jam 6an, terus kita janjian ketemu abangnya jam setengah 8 untuk makan malam.

Dan ....... Wara-wari bersih-bersih, akhirnya selesai dan jam pun menunjukkan waktu tersebut. As always, ciwi-ciwi cantique bak nyonya dan ratu pun ditunggu -_- Kita baru gerak akhirnya jam 8 karena nungguin para ladies siap-siap.

Tau ga kita dibawa kemana bhebs? Kesini !


At first, when I was here ..... "Look guys, it feels ..... expensive" Haha. Soalnya kalo dilihat kan restonya mayan mevvah.

Ternyata eh ternyata, ga terlalu mahal sih .... standar tempat makan Jkt lah. Tapi karena gue emang niat low budget, I told these guys buat jaga budget haha. Kalo mau makan next time di pinggir jalan aja :( Atau pun kalo ngga ya, yang ga mehong aja lah pokoknya.

Disini abis juga deh 60K-an :") Huhuhu. Yasudah, first day. Besok-besok cari yang murah aja. Haha.

Sip.

Selesai ke resto Belitong Tempo Duluk, anak-anak pada request makan otak-otak, karena ngerasa kekurangan otak kali ya hahahahah. Yaudah kita makan aja. Harganya 3-4K perpotong. Bumbu kacang dan saosnya lumayan enak. Overall gue suka sih. Jadi ya oke-oke aja. Wkwk

Selesai dari sini, ga kerasa. Day 1 kita di Belitung udahan dong :(((( Pingin berlama-lama tapi waktu kan gabisa muter balik yah. Yasudah kita terima dengan lapang dada!

Yang jelas. Day 2 harus lebih gila lagi coy! Literally gasabar banget waktu itu buat menikmati hidoep!

Sip.
Demikian lo gengs. Tengs banget udah mau baca sampe bawah :* Luv yu gaes so much. Hehe. Kindly please leave the comments or simply share this story if you love this one ya :))))))

Gud nicht!

Kilas Balik Kehidupan - Part 1


Halo gaes!

So, starting tonight, gue mau mulai cerita terkait kehidupan gue, dari sejak kecil hingga besar. First of all, ini bukan ajang pamer ya. Gue sedang ingin jadi part movement-nya mba Alamanda, ex-VPnya Gojek, plus Foundernya Binar Academy yang luar biasa kece sih in my POV. Movement-nya sederhana, ini terkait #RewindForwardReward dan #JanganSimpanSendiri, yah simply untuk me-review pencapaian-pencapaian hidup agar lebih menjadi manusia yang bersyukur tentunya. Despite this, would love to share and inspire those who ever felt really down, stupid, and stuff. Percayalah, kamu tidak begitu :) 

Second of all, gue sedang baca "The CEO Difference" karyanya Ms. Benton. Sangat mirip dengan gerakannya mba Ala, terkait review pencapaian, bahkan dari kamu kecil hingga bisa jadi sekarang. Coz everyone had unique story, ga akan ada yang bisa benar-benar sama. Mirip bolehlah, tapi pasti ada hal yang beda. That's why, I want to review this one, and would love to share with you gaes, my very loyal readers huehehehehe.

Sip, kita mulai yah.

Perkenalan

Buat kalian para pembaca blog Tanjong, beberapa dari kalian mungkin udah kenal lah ya sama gue, bahkan ada yang jadi temen dekat, or simply teman kantor, atau mungkin pembaca-pembaca baru, yang datang dari Organic Search (Can't effort the paid ones, wkwk). Yaps, nama gue Muhammad Rafi Al-Hariri Nasution, biasa dipanggil Rafi. Ada 40 orang yang memanggil gue Tanjong, dan semua keluarga gue memanggil gue Ari, dulu sempat dipanggil bayi sih karena disangka anak terakhir. Sampai akhirnya adik gue lahir lagi, dan kadar pemanggilan Bayi gue hilang. Baguslah.

I was born in Perbaungan, what a weird way to be born. Karena itu jaraknya sekitar 1 jam dari Tanjung Morawa. But thanks to my big booty, gue dulu lahir 4.5 Kg, my mom felt exhausted when she born me, to be exact, she almost died. Ga ada dokter yang mampu buat bantu lahiran gue, karena gue terlalu besar. Sampe lah bokap membawa gue ke Perbaungan, gue ga tahu di RS mana, tapi disana gue dan nyokap bisa selamat. Ini 1 momen bangga nyokap gue selalu cerita ke gue, karena emang begitu, gue segede itu waktu jaman dulu.

Pfftt, nyokap dan bokap udah rencanain gue bakal jadi penutup. Yep, that's why they named me Rafi, Rahman dan Efi. Tapi katanya ga begitu juga sih, disesuaikan sama nama Bahasa Arab juga, yang artinya Tinggi dan Mulia.

Gue lahir dari keluarga pedagang. Nih ya gue kasih tahu, bokap dan nyokap gue pedagang, adik-adik bokap gue pedagang, semua berdagang buku serta kelengkapannya, ada juga dagang barang-barang serba ada, even adik bokap ada yang jadi Guru PNS tapi tetep jadi pedagang. Atok/ Kakek dulu sempat jadi guru ngaji (cukup terkenal sih), tapi end-up jadi pedagang juga. These guys had their own home loh. Mangkanya gue ga pernah menganggap rendah kerjaan pedagang, apapun dagangannya.

Diantara anak mama gue yang lain, gue yang paling susah ngomong. Bahkan sempat curiga dan takut gue kenapa-napa, sampe umur 3 tahun, gue ga bisa ngomong, kalau diajak ngobrol "Bilang Mama", I will speak "Ehm ehm", "Sudah makan?" "ehm ehm". And just like that, antara gue yang mager ngomong atau gimana haha ga inget juga.

Tapi ternyata gue bisa ngomong kok. Di umur 4 tahun, gue di TK-in sama nyokap gue. Yaps, TK 0 Kecil. Gue hanya inget beberapa moment sih disini. Yang jelas, waktu TK, nyokap gue selalu nemenin gue di kelas, ngajarin gambar, sambil ngajak gue ngobrol. Once again, gue ga terlalu suka bersosialisasi, dan hanya hidup dalam dunia gue sendiri. Gue inget samar-samar, yang gue gambar itu pemandangan khas anak Indonesia banget, 2 gunung, tengahnya matahri, ada jalan mengecil, dan sawah serta gubuk tua yang ada di sawah itu. Haha.

Gue ga terlalu inget detail sih, yang jelas, ada 1 moment, gue lagi main ayunan di TK, itu ada anak gedeeee banget. Dia dari TK 0 Besar, dah aku mah masih kecil ya. Aku didorong sampe nangis, dan ga mau sekolah lagi. Hanya 2 minggu gan, ga lebih. Tapi syukurlah, aku tetap wisuda. Aku tetap dapat baju wisuda TK, tapi ga ngerayain bareng anak-anak lain, melainkan ngerayain sendiri, bahkan w foto di tengah pohon cemara weh, di taman rumah orang, foto sendiri. Haha. Dasar nyokap yang ingin anaknya di wisuda.

That's it gaes, that's the first graduation party I've had. Jelas tanpa skripsi, bahkan ga sekolah juga. Haha.

Tentang Sekolah Dasar Penulis


Sampelah di umur 5 tahun, nyokap gue nekad nyekolahin gue SD. Yep, anak yang tidak TK ini, malah dimasukin SD waktu umur masih rapuh dan tidak bisa bersosialisasi. Haha. Tapi jangan salah, gue udah bisa hitung2an, baca dan nulis, karena nyokap gue kan manggil guru les di rumah. Buat ngajarin kakak-kakak gue. Gambarannya, gue dan abang serta kakak gue jarangnya ga jauh, 1-2 tahun doang. Jadi waktu gue kelas 1, kakak gue kelas 5 SD, abang pertama kelas 3, abang kedua kelas 2. Yep, semua sekolah di tempat yang sama. Sekeluarga selalu telat, pulang pakai Becak setiap hari. Haha :") Gapernah ngangkot karena panas, jajan gue juga dulu hitungannya banyak njir. 7000 sehari, malah temen2 gue kebanyakan jajan 1000-2000 doang perhari. Nyokap dan bokap emang sukanya gitu, ngemanjain dan mempermudah hidup anak. Dan jelas hal-hal begini ngaruh bangetlah sama masa-masa SD, SMP, dan SMA gue (ntar kayaknya gue bahas).

Sip. 

Kelas 1, gue diajarin sama ibu Sri, doi yang ngajarin kita baca, dan penyabar banget pokoknya. W masih inget banget muka si Ibu dan cara ngomong Jowo banget, lembut, dan benar-benar sangat penyayang lah. Hari pertama, gue ngambil duduk di tengah, disitu, gue kenalan sama teman pertama gue, Harry Dharmawan. Doi teman pertama, dan sempat jadi sahabat deket gue banget sih haha. Bahkan sampe SMA kita kan 1 sekolah, jadi keep in touch dan teman main gue banget dulu. 

Ga begitu banyak sih yang gue inget, yang jelas gue udah bisa perkalian (yang seharusnya diajarin kelas 2) waktu gue masih kelas 1, gue pokoknya paling demen sama Matematika. Despite this, gue hanyalah anak-anak yang tidak percaya diri, ga berani tampil, sangat low esteem, dan penyendiri. Yep, temen gue paling 1-2 orang sih per-kelas. Itu mangkanya gue gapernah juara kelas sama sekali.

Sampe di kelas 2 juga masih fine fine dan begitu2 aja. Gue ga pernah keluar rumah, selalu bantuin bokap jualan, belajar cara ngelayani customer, jaga kasir (ngasih kembalian gue udah khatam sejak kelas 1), mangkanya banyak yang ngomong 

"Ih, udah besar si Ari ya, udah pande dia bantuin mamaknya, kok jago kali balikin kembalian" dsb.

Gue juga terbiasa ga pakai kalkulator sih dulu, ntah kenapa ga suka, pingin ngitung sendiri. Haha.

Oh iya, kembali lagi ya, jadi gue itu benar-benar anak rumahan. Gasuka keluar rumah, ketemu/ kenalan sama teman main, ngga pernah deh. Gue tuh cuman main sama kakak, dan teman-teman anak kawan bokap dan nyokap. Kita sering main petak umpet, bataliun, dsb, walaupun karena gue yang paling muda, gue selalu dijadikan anak bawang (pura-puranya ikut main padahal ga masuk hitungan) wakakakaka.

Tbh gue seneng sih main sama mereka. Nih ya gue kasih tahu, kita tuh ada banyak banget rame. Bener-bener rame. Sepupu gue sendiri tuh ada 5 yang seumuran, anaknya pak Mu'i juga ada 3, anaknya pak Jul ada 2, abang dan kakak gue ada 3. Yaps, jadi kalo dihitung-hitung bisa sampe 14 orang lah anak-anaknya. Karena semuanya pedagang, dan tutup di sekitar jam setengah 9 malam. Anak-anak semua ngumpul malem-malem, main petak umpet, pecah piring, dan sebagainya di tengah ruko dan pasar. Asli lah, rame pokoknya. Jadi bahagia2 aja sih. Hehe. Yang jelas kalo di sekolah w akan berubah jadi manusia biasa, tapi tidak di dekat orang-orang ini.

Sip.

Kelas 2 dan 3 sih biasa-biasa aja. Ga terlalu inget banyak juga. Yang jelas, di kelas 3, itu gue masuk kelas 3C, dan itu ada 65 orang. Gila aja. sangat tidak kondusif. Gue duduk di belakang sih, dan itu fiks rame banget. Kadang gue pusing sendiri hehe.

Gue sempat berfikir sih dulu, kenapa yang ranking 10 besar anaknya itu-itu aja, sedangkan gue ga pernah masuk daftar, tapi yaudah gitu, gue mikir terus lupa sendiri karena kebanyakan main. Malem gapernah belajar, ngerjain PR seadanya, bahkan sering ga ngerjain, sering dihukum. Cqcq. Emang masa-masa bahela banget sih gue ini.

Sampe lah di kelas 4 gitu yah, gue udah mulai dibully, sifat gue yang pendiam dan low self esteem sering dimanfaatkan teman-teman gue. Mereka sering nge-bully dan nge-tawain gue, ngatain gue banci, main cuman sama perempuan, gasuka olahraga apalagi bola (tbh, dari dulu mikir ini kegiatan yang buang-buang waktu dan energi, no offense ya). Lengkaplah sudah kan. Gue sering nangis juga sih dulu gara-gara ini. Kalo udah dikatain banci, hati gue sakit bgt, benar-benar kayak ditusuk-tusuk cuy, ga bohong. Dan gue hanya diam, ga ngelawan, kadang ngadu sama abang, tapi doi ga ngapa-ngapain. Pft. Hate this situation.

Untunglah w masih ada beberapa teman main, si Harry ini kan. Eh, malah gue cari ulah ya :( Jadi ada ujian agama, gue minta contekan, terus dia ga ngasih, dan gue emosi dan malah nge-gigit doi sampe berdarah. Sumpah ini rada apaansih, tapi gue ga akan bohong. Ini beneran kejadian. Kelas langsung riweuh, si Harry nangis kesakitan, gue menyesal, namun ga bisa mundur karena udah kejadian. Langsunglah Bu Desy (wali kelas gue) datang dan nge-hukum gue sejadi-jadinya. Kalian Penggaris kayu 1 meter yang untuk di papan tulis? Yaps, itu buat nge-hukum gue. Gue dipukul, dan yang paling sakit, gue dikatain BODOH. Iya, gue dikatain bodoh sama guru gue sendiri.

Gue nangis sejadi-jadinya, kakak gue nganter gue pulang, dan ..... gue lupa apakah kakak/ abang gue yg  ngomong, atau gue yang ngadu terkait ini ke nyokap. Yang jelas, selepas kejadian ini, nyokap gue tanpa ba bi bu langsung nyamper ke Sekolah, sambil bawa gue, terus nyamperin wali kelas gue ini tadi. Nyokap gue marah-marah karena main pukul dan paling ga terima anaknya dikatain Bodoh. Cqcqcqcq. Wali kelas gue terdiem, dan gue udah sangat sakit hati di kondisi itu.

Satu hal lagi, ini juga menjadi bahan bully-an teman-teman gue. Selain diomongin Banci, gue saat itu dipanggil Kanibal juga. Astaghfirullah, gue masih inget muka manusia-manusia yang hobby banget ngurusin hidup orang. Kadang gue diemin, seringnya gue telen hingga hati gue sakit sendiri dan nangis.

Hiks, itu udah mau naik kelas banget kan ....... Gue langsung benar-benar bertekad sama diri gue untuk Prove it wrong to Ibu Desy. Iya bu, tunggu aja, and one more, screw you guys!

Titik Balik Pertama


Kejadian ini gue hitung sebagai titik balik gue yang pertama. Tujuan gue saat itu buat ngebuktiin mentah-mentah apa yang diomongin ibu Desy ini. Kalau gue bisa, kalau gue ga bodoh.

Yep, di kelas 5, gue bersama ibu Nababan, guru matematika terbaik sih, benar-benar merubah diri gue seutuhnya. Gue merhatiin dan mencatat semua yang diterangkan guru. Belum lagi kalo ada pop-quiz untuk maju dan mengerjakan soal di papan tulis. Gue biasanya yang  hanya diem dan merhatiin, bersaing ketat dengan para manusia ambis sejak kelas 1 SD itu. Disitu gue mulai disayang guru, dan dikenal juga. Wkwk.

Adapun manusia-manusia bully yang sering ngejekin gue, mulai rada nge-baik-baikin gue, bahkan pernah bertanya "Raf kok kau tiba-tiba bisa pintar sih?"

"Taik klen, ini buat ngebuktiin sama kalian, tai" ucap gue dalam hati.
"Hehe, ga ada kok, cuman belajar aja" gue jawab sambil senyum.

Sorry to say kalo kesannya dendaman, it is what it is gaes, gue ga mengarang koks hehehe.

Sip. Hari demi hari gue lewatin dengan penuh semangat. Malem hari gue pake belajar, bahkan siangnya gue kerjain PR dsb. Gue harus berubah!

Ting, bagi raport! Ga kerasa banget 1 tahun lewat, tebak gue ranking berapa? Taraaa, gue ranking 9 ! Gue gila-gilaan sih senangnya, duh akhirnya, in your face bu, gue bisa dapat ranking kan ..... 

:)) 

Kesimpulan


Yep, this turning point should be celebrated and appreciated. Berkat ini, gue jadi merasakan nikmatnya belajar, nikmatnya mencari ilmu, nikmatnya menjadi lebih pintar. Di kelas 6 gue tetap maintain semangat belajar gue sih. Dapat teman baru juga, bahkan gue sempet ngambil duduk di depan. Kemudian w berteman sama anak guru Agama, yang selalu juara 3 sejak kelas 1. Ternyata berteman dengan mereka sangat menyenangkan loh, sangat bersyukur bisa bergabung di komunitas positif ini hehe.

Hal ini pula yang menjadikan gue percaya, kalo setiap orang itu terlahir untuk belajar. Kenapa bisa malas? Mungkin belum nemu ritmenya. Padahal, sejatinya manusia itu full time learner, kalo tidak semangat, berarti belum jadi diri yang seutuhnya. Dengan belajar kita bisa mengajar. Dengan belajar, kita jadi tahu, dan tentunya bisa membantu orang-orang yang mungkin membutuhkan. Yep, bahkan sampai saat ini, gue masih semangat banget buat belajar, emang kerasa banget manfaatnya. Selain untuk kerjaan, belajar bisa menyokong pribadi dalam banyak hal, termaksud kehidupan. 

Tentang belajar, bukan lagi tentang sebuah paksaan. Tentang belajar, bukan lagi terkait bermanfaat atau tidak, karena seburuk-buruknya ilmu, pastilah bermanfaat. Percayalah dan semangat, teman-teman!