What I learned from the last 3 month


Hello everyone!

It's been a while since my last article. Currently I have huge load of work tho. But that's ok, I am obviously enjoy this one, since I love what I do in the first place.

So tonight what I want to share is .... what I've been through for the last 2 - 3 month.

Well, just a couple month ago, I've been in this dilemmatic situation, where I got offering from another start up. The role I could take is Business Intelligence Analyst, from my point of view, the role is so challenging! It's like joining several job desc from Data Architect, BI Support, and also Customer Analytics at the same time! From my last interview, the users are so face-paced, and expat, which is ..... from Sweden. I am seeing this as opportunity to sharpen not only my technical skills, but also my language, and of course, opportunity to live under pressure in face-paced environment.

I was exciting back then, but extremely  dilemma at the first place. Why? Yups, back then, I'm still being Apprentice, while the company itself not really in its best performance. The worst part? I still have penalty, and the number is quite big tho.

Well, since I have my mentor, which refers to my General Manager and also Team Leader, I shared everything to them. I am new in this world, I gave them the number, I gave them the reason, the job description, even approximate salary IF I took that. I asked them anything, since my TL have been through as BI and Data Architect in his previous and current company. He even asked me, to do my research about this company, since it's really important to know the stability and sustainability of this company.

I felt mentored really well, and I own them one since then. I didn't take this offer, and keep doing my best and maintain my performance in this current role. and I did.

In the middle of these, I was called by one company, asking me whether I interested with their vacant. I told them so and begin my logic and first interview Test. I managed to continue on the second phase Interview, but I decided to leave, because my target been achieved. Yups, hired as permanent employee as Pricing and Customer Analytics Manager.

Happy? Of course! For the last 2 month, I just knew what actually happened with my Analysis. I learnt pricing, segmented valuable vs non-valuable customer, even taking roles as Promotion Analyst! Actually, it's same with roles I would take if I passed the last interview.

Things have got better and better, I felt someone has designed this life beautifully. I mean, I reject the offer, and got HIRED after that. I didn't continue my Interview as Promotion Analyst, and my current roles is doing that! Last but not least, what I'm happy is .... whenever your analysis used and presented in top level management. I know that  I'm not really created the crazy recommendation, since that what my GM and my VP were doing, but ..... giving them these insight, which is digging lots of Customer Behavior, top products, payment, and why these customers cancelled in the first place. I love and enjoy these processes and still believe, these might the right career I should take.

Lesson learned! Millennials like me, should be patient with our life, enjoy the process, and the result might not betray your effort! What's the point of having high salary, if you even can't enjoy what you've taken in the first place? Learn, Grateful, and Patient!

PS. Special thanks to my GM and TL that used to be friend instead of boss back then. Truly love you guys!


A poem of survivors

I used to ask myself
Why am I easily crying?
In my life, everything is not easy
Have I called stupid by a teacher? Yes!
Have I called queer/gay by my friends? Yes!
Was I angry? No!
Was I sad? Yes!
Was I crying? In the silence!

Things getting hard if you got this entitled,
People would judge you based on what they hear
They didn't even know me that much
They didn't even try approaching me
They didn't even ask, what they want to ask
Confirm, what need to be  confirmed
Fix, what need to be fixed
"Is that even bad?" myself asking
How could we say it's right or wrong,
Since world fueled by fuzzy numbers.
There's always values between 1 and 0
Period

Things I knew
Hurting someone's hurt is wrong
Breaking apart someone's soul is wrong
Leaving grudge in someone's live is wrong

Things I realized
God designed everything so well
He created me to be more open minded
He wanted me to be not so judgmental person
He guided me to be that person, who could accept the others, just the way they are
Not what they used to be entitled
He taught me to be stronger
He showed me the way looking at people
He steered me to straight path, for living my life, in a loving and caring situation
Oh, almighty God
"Then which of the favours of your lord will ye deny?"

Tentang Pilihan (Part 1)


Halo gaes,

Jadi hari ini gue mau share beberapa hal dan pengalaman, yang harapannya bisa menginspirasi anak-anak muda khususnya Mahasiswa.

Well, karena saya udah lulus juga, tapi karena jiwanya masih muda mah, masih oke lah ya ngomongin kemahasiswaan :p Moreover, umur dan angkatan kita juga ga beda-beda amat kok, culture-nya mungkin ga terlalu beda lah ya, walaupun angkatan gue itu penutup Gen Y (millenials) sih. Haha

So ..... Ada beberapa pilihan yang sampai sekarang selalu aku syukuri loh, rasa-rasanya kalau di-list bisa ga habis-habis. Namun, akan aku ringkas ke beberapa hal pastinya.

1. Memilih ke Asrama daripada Nge-Kost

Nah, ini pilihan pertama yang aku buat waktu menjejalkan kaki di kampus. Tinggal di Asrama, tepatnya Asrama Bumi Ganesha.

Nah, karena di Asrama ini juga ada seleksinya, mungkin beberapa pewawancara udah mikir kalau gue tuh cuman normatif alasannya. "Untuk beraktualisasi diri, menjadi mandiri, dsb". Padahal tidak, di kelas 3 SMA, hal besar yang gue udah pikirkan matang-matang adalah merantau. Apapun caranya, dimanapun tempatnya, gue ga boleh lagi tinggal di tempat saudara ataupun ayah. Titik. Gue udah sadar, kalau tingkat ke-mandirian gue itu sangatlah dibawah rata-rata. Yaps, terbiasa dibantu sama pembantu, waktu kecil dicebokin, makan disuapin, ga pernah cuci piring, ga pernah nyapu rumah (kecuali lebaran), untunglah gue masih ada rasa iba buat ngebantu ayah jaga kasir dan toko sih waktu dulu. Kalau tidak? Hmmmm, fixed hasilnya kayak abang-abang gue, yang sampe sekarang ga bisa lepas dari ayah gue.

Lantas, kan udah merantau tuh, terus kenapa milih asrama? Bukannya lebih enak hidup sendiri di kosan yah? Ga ada yang ngelarang aku ngapain, ga ada kewajiban ngerjain tugas asrama yang bahkan ngalahin tugas kuliah, dan se-abrek target yang harus dicapai. Hmmmmm, simple, tinggal di Asrama itu, positifnya banyak banget sih:

- Multi-disciplinary students, dari FITB, FMIPA, FTTM, sampe STEI, semua ada.
Nah FYI aja, kalau di ITB, di tingkat 1 itu kita ngejalanin TPB (Tahap Persiapan Bersama) bareng, semua fakultas kecuali manajemen, bakal belajar semua dari awal lagi, jadi titik start-nya sama. Yaps, belajar Kalkulus, Fisika, Kimia, dsb. Nah alhamdulillah, waktu tinggal di Asrama, kalau w ga ngerti sesuatu, tinggal approach anak-anak saja, berdiskusi dan bertukar fikiran sampe akhirnya ngerti konsep secara keseluruhan

- Tidak sendiri.
Jadi, waktu wawancara kami dikasih tahu tuh kalau tingkat 1 dan 2 itu kita ga tidur sendiri. Yaps, sekamar berdua. Walaupun awalnya agak gimana gitu yah, tapi demi uang biaya hidup lebih hemat dan alasan diatas, di tingkat 2 gue juga tahu kalau memang anak-anak tingkat 1 tuh mostly perlu diawasi. Kalau dilepas gitu aja, bisa jadi kuliah mereka terbengkalai loh. Contohnya? Hmmmmm, pasti ada, biasanya tiap angkatan ada contohnya koks. Dan sebisa mungkin itu harus dikontrol.

Lagi-lagi, gue bisa milih dong ya. Dilihat dari kecenderungan gue yang emang lebih suka hidup sendiri, mungkin kostan pilihan menggiurkan, tapi ...... "Mau sampe kapan gue stay di zona nyaman gue?".

- Softskills
Well, walaupun ini bisa diperoleh di organisasi manapun, asrama tuh punya tempat yang spesial loh :p. Jadi kalo kalian tanya gimana gue waktu awal-awal kuliah, ngomong tuh susah kali. Malu-malu, ngomong belepotan, dsb. Thanks to asrama, everyone can speak up their mind, ke-aktifan adalah suatu keharusan, tapi tetep gaboleh ego sama ide yang disampaikan. Belum lagi, kita diberi tanggung jawab dari yang perintilan-perintilan yang terlihat ga penting, hingga bikin kepanitiaan untuk acara minimal se-kota Bandung raya, sampailah dimandati sebagai Kepala Operasional bisnis baru yang emang udah dipropose sama pengurus sebelumnya.

Walaupun hasilnya sangat tidak memuaskan, tapi gue belajar banget lah seberapa penting roles/peran gue dalam menanggungjawabi suatu biro di departemen penting untuk menyongsong murahnya sewa asrama.

I do have a choice to give up in the middle of my first year, or second, or anytime, but I chose not to

Credit by Sandy (Sida Luhur 2012)

Dokumentasi Pribadi


2. Stay pada Prodi Pilihan

Nah, kalian tahu kan yah kalo gue itu sangat mem-promote prodi Meteorologi banget, sampe bikin testimoni segala lagi :")

Well, jujur aja ya, waktu di tingkat 1, gue emang sempat melirik prodi ter-favorit (sebut saja Geologi). Nah, masalahnya gue udah terlanjur kontrak sama ITB lewat jalur perminatan. Gue ga akan bisa pilih prodi apapun itu, pokoknya gitu gue lulus TPB, BOOM, masuklah aku di Mete.

Pernahkah terfikir pindah prodi? Yes, obviously! Gue pernah dengar cara-cara lo pindah prodi, it's rather you're freaking Genius (punya IPK > 3.5) atau nilai lo suddenly jatuh (let say IP < 1). Nah, kabarnya, lo bisa pindah tuh milih prodi mana yg lo suka. IPK bisa memperlihatkan kalo lu capable enough di prodi lain, atau ..... Lo sangat tidak cocok di prodi itu.

Oke, gue langsung mikir cara pertama, gue mau buktiin di semester 4 IPK gue harus > 3.5 ! Caranya? setelah gue hitung-hitung, IP tiap semester gue harus > 3.8 dengan tambahan 42 sks. Mampus lah gue kan ..... "Gimana cara dapatin angka segitu? Fisika gue jelek, kalkulus juga biasa aja, untunglah ga belajar kimia banget". Gue pun memilih untuk belajar dengan sungguh-sungguh, gue aktif di kelas, gue lengkapi seluruh catatan gue, ga pernah absen (unless gue mager banget atau sakit), belajar H-7 UTS atau UAS adalah the least thing I should do. In the middle and the end, eh gue malah senang di Mete :") IPK gue? Tenang, IPK gue udah melebihi target kok.

Which is, I have a choice to change my prodi, but I chose not to.

Antari, Meteorologi 2012


3. Bukannya Liburan, malah ga pulang, eh belajar Bahasa Inggris pula

Well, thanks to Amel dan Oji banget ini sumpah.

Seumur-umur, gue gapernah se-envy itu ke teman baik gue sendiri. Yaps, mereka exchange abroad, oji ke Russia, amel ke Mesir (she had gone to several countries tho). Gue udah sempat ngomong langsung ke orangnya, eh gue nya ditantangin ngomong bahasa inggris kan .... Ciut lah

Yaps, gegara ini, di liburan semester 5, one of hectic semester, gue memutuskan untuk tidak pulang. Gue malah belajar bahasa inggris, gue baca novel bukan terjemahan, gue ucapkan tiap kalimat dengan lantang, gue catat setiap vocab yang gue ga tau arti dan pronouncationnya. Sampailah kelar 2 novel dan bacaan tersebut. In the end, I tried speaking english by standing in front of a Mirror, try to translate all of my presentation into english, and once again, presented it -as if- I speak it in front of lots of Bule/foreigner.

Did it work? YA! Tanpa planning apapun, tau-tau gue kepilih jadi kandidat mapres, presentasi di depan ka-prodi ka-prodi dan Dekan, dan kepilih mewakili Fakultas di salah satu ajang bergengsi itu. Walaupun ga menang, at least gue ngelihat contoh nyata "Diatas langit masih ada langit", yang pastinya ..... "Remember, there's always someone who can do better than you"

The point is .... I have a choice to enjoy my holiday, but I chose not to


4. Udah tahu banyak tugas, malah nyempetin bikin makalah

Nah ... Ini waktu proses pemilihan mapres ya. FYI, semester 6 itu, semester paling ta* di Mete. Gue udah stress banget karena semua tugas adalah tugas kelompok, unfortunately, I didn't get a good/cooperative team. Kerjaan yang harusnya dikerjain 5 orang, biasanya cuman dikerjan 2 - 3 orang, hingga akhirnya kelabakan deh. Frekuensi nangis bertambah, frekuensi nelfon ayah bertambah (2 - 3 kali perminggu).

Don't get me wrong, for me, it's ok for a man to cry, because it's natural! This is our first emotion while we're born to the world, right?

Oke, skip. Jadi, sampailah ke pengumuman bahwa gue salah satu kandidat mapres. Kita dipilih sebagai top 6 persons that had the highest GPA. Nah, karena IPK bukan satu-satunya patokan, yasudah kita diminta berkompetisi lebih lanjut. Kita diminta buat Makalah dalam bahasa Indonesia, tapi abstrak dalam bahasa inggris, dan presentasi juga harus dalam bahasa inggris.

Ditengah kesibukan, dari 6 orang kandidat, 4 orang memilih mundur dengan tidak mengerjakan makalah sama sekali. Sedangkan gue? Ditengah badai semester 6, malah menyempatkan bikin hal demikian. Ada yang perlu dikorbankan memang, waktu. Waktu bermain jadi sangat minim, waktu tidur aku kurangi jadi hanya 4 jam perhari (Biasanya 5 - 6 jam doang).

Yaps, bahkan gue ga expect apapun saat itu. Jadi intinya, gue cuman ikut ngumpulin, coba presentasi walaupun hasilnya jelek parah (dimaki sama kaprodi in a good way), dan ...... "Yang penting ngumpulin, lumayan bisa dikasih sertifikat runner up mapres prodi"

Hahahaha ..... gataunya ngewakilin fakultas sampe final di Ganeca Prize.

Selanjutnya ga perlu gue ceritain, karena kalo dibandingkan sama mapres lain, prestasi gue kalah telak lah pokoknya. Mapres lain udah ke negara nun jauh dimato, gue masih seputaran pulau Jawa :") Thanks to them, gue malah lebih berprestasi setelah ini haha :p

The point is ..... I have a choice to focus only in my academic or using my free time to take a rest, but I chose not to 

Publikasi pengumuman Mapres di HMME (Credit by Kevin)
NB. Sorry, didn't have any documentation for the selection, LoL

-- Monolog

Well,
Dalam kehidupan, setiap manusia pasti punya pilihan
Kalau dilihat, waktu setiap manusia itu sama
Iya, sama-sama 24 Jam, sama-sama 1440 menit, sama-sama 86400 detik
Tapi .....
Pemanfaatannya itu loh yang beda
Ayo berfikir! Coba aja 1 episode Anime mu diganti jadi hal bermanfaat yang lain? Let say, belajar bahasa inggris atau baca buku referensi tiap mapel? Mana yang lebih bermanfaat? You choose!
Ayo berfikir! Coba aja 2 jam main mobile-legend mu, diganti jadi hal yang lain? Let say, ikut kegiatan organisasi positif, dipakai berfikir untuk menyelasaikan masalah, dipakai berpendapat dalam menyampaikan solusi? Mana yang lebih bermanfaat? You choose!
Dan masih banyak lagi .....

Ingat dek, hidup itu pilihan. Setiap pilihan, secara ga sadar, langsung maupun tidak langsung, akan membawa dirimu ke suatu jalur, yang bisa jadi, hasilnya akan benar-benar beda. Bisa baik, bisa buruk, ataupun bisa biasa-biasa aja.

For me, I chose not to be ordinary person, I have things I should handle and focus on. Listing my goals and go towards it and beyond. Quite impossible to be achieved, if I only doing ordinary stuff.

"If you do the work, the rest will follow" - Angelo 'Gyp' DeCarlo (Jersey Boys, 2014) 
Dibuat tanpa niat menggurui ataupun pamer prestasi, melainkan menginspirasi.

Semoga membantu gaes!

Do not hesitate to approach me directly in:

E-mail: rafiharirinst@gmail.com
WA: +6281220406308
or simply just comment it below, I used to check my blog weekly

Best Regards,
Rafi

Unbearable Feeling


"How is it feel, Harry? When you see Dean with Ginny? I know, I see the way you look at her. You're my best friend"
"It feels like this" Harry answered
It hurts, when I saw you with him. It hurts, when you spend time with him. It hurts, when you're crying for him. Sometimes, I want to scream out loud, "Hey, look at me! I'm the one who want to spend my time, with you, for the rest of my life." But hey, I'm the one who's being so coward. Keep searching reasons for not telling the truth, my feeling, what I used to say from the very beginning we met. Yes, I've had this feeling since we're studying together, playing and discovering our passion together.

Being quiet didn't mean I didn't care
I do waiting your chats, about your daily, what you've done, how's the day, how'd you spend it, I am interested listening you, as independent woman.

Confused.
Yes, I am. Having a bad day, thousand problems, my brother's stuff, etc. Sometimes I need a place, a person, which I could talk about these for the rest of the day. Sharing our experiences, sharing our thoughts, sharing our ideas, to solve these problems together. Ah, missing those moment for sure!

Hai Miss! How do you do?
Need you, miss you, like you

For my dearest best friends, and those who I watch from a distance, you're strong and can move on :))

Kemarau Basah di Indonesia, Apa Penyebabnya?


Menduga penyebab Kemarau Basah


- Bukan La-Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD)

- Disebabkan Madden-Julian Oscillation  (MJO)

- Step by step dugaan fisis cuaca


Belakangan ini, gue ngerasain perubahan cuaca di Jakarta yang agak basah. Yaps, baru-baru ini, hujan kerap terjadi di Jakarta. Padahal, berdasarkan yang gue pelajari, secara teoritis harusnya sekarang musim kemarau. Hujan mungkin terjadi, namun tidak akan sesering dan selebat ini. Sebagai lulusan Meteorologi, sudah menjadi naluri gue untuk menduga-duga apa yang terjadi di Atmosfer. Paling tidak, ada 3 kemungkinan yang dapat menjadikan wilayah Indonesia mengalami Kemarau Basah.

1. La-Nina
2. IOD Negative
3. Madden-Julian Oscillation (MJO) 
Gue urutkan dari kemungkinan secara global dulu, yakni La-Nina dan IOD Negative. Keduanya berperan sangat besar dalam mempengaruhi pola cuaca global, khususnya Indonesia.

Pola Curah Hujan di Indonesia


Baiklah, pertama-tama gue akan menjelaskan secara ringkas terkait Pola Curah Hujan di Indonesia. Konsep pertama yang harus kalian pegang, sebenarnya di Indonesia itu tidak mengenal musim. Kalau mau melihat musim secara lengkap, bisa merujuk ke daerah lintang atas. Daerah disana memiliki 4 musim utama, dari musim panas (summer), gugur (fall), dingin (winter), dan semi (spring) yang bergantung pada posisi matahari terhadap bumi. Nah di Indonesia gimana? Jatuhnya musim panas sepanjang tahun. Nah tapi, karena curah hujannya berubah-rubah secara musiman, mangkanya musim di Indonesia lebih dikenal dengan musim Hujan atau Kemarau. It should be clear right here.

Nah dalam dunia Meteorologi, kami mengenal istilah ini dengan Pola Curah Hujan. Di Indonesia sendiri, terdapat 3 pola curah hujan yang mempengaruhi masing-masing wilayah. Berdasarkan (Bayong, 1999) pola curah hujan tersebut adalah sebagai berikut.

Region A: Tipe Monsun
Region B: Tipe Ekuatorial
Region C: Tipe Lokal
Source: (Kadarsah, 2006)

Nah jika didefinisikan lebih lanjut,

Pola curah hujan Monsun adalah wilayah yang memiliki perbedaan jelas antara periode musim hujan dan kemaraunya. Sehingga sifatnya Unimodial (1 puncak musim Hujan di DJF, dan 1 puncak musim Kemarau di JJA) 
Pola curah hujan Ekuatorial adalah wilayah yang memiliki 2 puncak musim hujan setiap tahunnya dan curah hujannya cukup tinggi hampir sepanjang tahun. Jika dilihat secara time-series, akan terlihat seperti bimodial (dua puncak curah hujan). Nah, sesuai namanya, wilayah yang memiliki curah hujan Ekuatorial berada disekitar ekuator. Untuk fisis lebih lengkapnya silahkan merujuk pada paper-paper terkait
Last but not least, Pola curah hujan Lokal yang distribusi hujannya berkebalikan dengan wilayah monsun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor geografis wilayah seperti pegunungan ataupun cekungan. Daerah-daerah pegunungan seperti bukit barisan biasanya memiliki pola curah hujan yang seperti ini. Fisisnya gimana? Wah harus dijelaskan di tulisan yang berbeda :p
Berdasarkan gambar diatas, wilayah Jakarta harusnya masuk ke zona A. Artinya, di bulan JJA, wilayah ini mengalami puncak musim kemarau, kan? Yaps, kalo ga percaya silahkan plot time-seriesnya biar kelihatan sinyal unimodial-nya. Atau lebih gampang lagi, coba olah data curah hujannya pake Fast Fourier Transform, biar kelihatan sinyalnya dalam domain waktu. Pasti sinyal untuk periode 12 bulan-an paling tinggi sist.

Baiklah skip :") Nah, otomatis, harusnya Hujan jarang terjadi dong? Atau paling ngga, ga sampai se-badai kemarin itu deh. Tidak! Sebaliknya, dalam beberapa waktu kemarin, hujan kerap terjadi, badai, dan berlangsung hampir setiap harinya selama seminggu-an deh. Kenapa?

Nah, gue melakukan riset sederhana,

Pertama, coba kalian cek sini. Disini kalian bisa cek indeks El-Nino secara mingguan. Coba tinjau yang bagian Nino 3.4, disitu proporsinya untuk minggu lalu hanya sekitaran 0.0 - 0.6. Nah ini masih dalam kategori normal, bahkan karena nilainya positif, ini mengindikasi ke El-Nino (which is bakal bikin kering Indonesia). Oke, mari kita bantah teori 1!

Indeks NINO 3.4 (Source: National Oceanic and Atmospheric Administration)
Kedua, gue coba cek deh Indian Ocean Dipole. Gue ga akan ngejelasin fisis IOD ini disini. Karena bakal panjang. Keep in mind, IOD negatif bikin Indonesia tambah basah, sedangkan IOD positif bikin Indonesia tambah keren. Eh, unfortunately, coba cek disini. Kalo dilihat, nilai IOD masih bergerak sekitar 0 (which is normal) dan cenderung ke positif. Lah, harusnya Indonesia sedikit kering dong? Ups, nyatanya tidak! Oke, mari kita bantah teori 2 !
Source: BOM Australia

Nah, terakhir, bagaimana dengan Madden Julian Oscillation (MJO) ? Masih dari situs yang sama Bureau of Meteorology (BOM) Australia, ternyata dari tanggal 20 - 28 Juli, Osilasi MJO sedang bergerak diatas pulau Martitim Indonesia. MJO adalah osilasi gelombang panas yang ketika lewat akan membawa uap air yang cukup banyak ke wilayah yang dilewatinya. Hal ini memungkinkan terjadinya Kondensasi dan pembentukan awan hujan di daerah tersebut.
Latest update of MJO Index
Nah, parahnya, kondisi sekitar gue sangat mendukung analisis gue loh! Karena MJO ini gelombang panas yah, waktu kemarin itu, asli Jakarta menyengat banget! Panasnya gila-gilaan dan ga kaya biasanya. Endingnya terus ketebak deh, sore atau malamnya bakal hujan gitu. Kadang Lebat banget, kadang hujan sedang. Dan terjadi dalam beberapa hari secara berturut-turut.
"Bang ini bakal kejadian sampe kapan?"
Kalau dilihat dari indeksnya, MJO nya udah melemah tuh di wilayah Pasifik. So, calm down gaes! MJO nya udahan kok. Sisa deh kemaraunya lagi :") Saran gue, sesuaikan aja pakaian, karena musim kemarau gini cuacanya panas kering gitu haha. 


Kupas Jembatan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca dari Keilmuan Meteorologi


Mengupas Jembatan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca dari sisi Meteorologi


- Tentang keselamatan pengendara Motor
- Tentang penambahan kecepatan angin dan turbulensi 2 bangunan tinggi 


Halo teman-teman,

Belakangan ini sempat viral loh banyak motor yang melawan arus untuk nge-hindari tilang-menilang yang dilanggar oleh pemotor itu sendiri. Bahkan beberapa media Internasional seperti Coconuts sempat meliput gimana lucunya pemandangan tersebut. Bak semut yang melawan arus, para pengendara motor ini melawan arah untuk menghindari Razia! [1]

Aku pun sempat mencari tahu, alasan mengapa pengendara motor dilarang. Dari beberapa sumber, pemerintah meng-khawatirkan ketinggian jembatan itu dapat membahayakan Pengendara motor, belum lagi kecenderungan pengendara yang selfie diatas jembatan itu [2], ada juga yang mengatakan bahwa Angin diatas jembatan itu tergolong kencang dan dapat membahayakan pengendara motor, dan memang sejak awal dirancang khusus untuk pengendara Mobil [2]. Nah, karena udah bersinggungan dengan Angin, naluri Meteorologist ku pun mulai bangun.

"Apa benar sebegitu kencang?"
"Emangnya wind-shear nya sebegitu mencolok?"
"Potensinya seberapa kencang sih? Emang bahaya banget yah? Apa pemerintah yang lebay?"
Nah, kebetulan hari ini gue dan teman-teman gue reuni kecil-kecilan di Kota Kasablanca (Kokas). Ada Judith yang jadi Jurnalis Kompas, Mike yang jadi Java Developer, Oji yang jadi Business Analyst, Gue yang jadi Customer Analyst, ada Fandy dan Kartika sebagai Fresh Graduate (currently looking for Jobs), dan Ferdy yang masih semangat lanjut S2 (currently applied scholarship to German). Okeh, aku ga akan nge-bahas reunian kami. Nah jadi waktu pulang dan naik gojek, gue sempat liat ini jembatan, sampailah ku tanya ke Kang Gojek

"Pak, belakangan ini motor gaboleh lewat Jembatan ini yah?" Tanya gue yang kudet
"Oh, bukan mas, ini mah sejak awal memang ga dibolehin juga motor lewat mah. Paling yang lewat itu kalo bukan desakan penumpang, yah orang yang buru-buru. Kalau saya diminta juga ga mau lewat situ" Jawab si bapak
"Loh, kenapa pak?" Tanya gue lagi.
"Serem den, jembatannya memang tinggi banget, apalagi anginnya kencang. Jembatan itu memang ga cocok buat pengendara motor. Udah ada 3 atau 4 kecelakaan loh den kalo gasalah, beberapa sampe memakan korban Jiwa" Imbuh si bapak
"Wah seriusan pak? Hmmmmm, baiklah"
Kemudian Hening.

Nah, lagi-lagi aku mulai berfikir. Untuk wilayah perkotaan, harusnya wind-shear tidak terlalu besar, Belum lagi gaya gesek permukaan yang tinggi, angin di perkotaan itu lemah, mangkanya jarang dikaji untuk Energi Angin. Aku pun mulai mencari benang merah, berbekal pengetahuanku, aku lihat wilayah sekitar Jalan Kasablanca dan Dr. Satrio ini. Diawal memang ga aneh rasanya, tapi aku baru sadar, di daerah Jalan Dr Satrio sebelum dan sesudah terowongan Casablanca, banyak gedung-gedung tinggi yang cukup rapat. Hipotesisku, adanya gedung-gedung ini bisa meningkatkan kecepatan angin.

Sepengalamanku, dan coba deh kalian perhatiin dan rasakan, pernah ga waktu kalian main-main ke Apartemen atau gedung yang ada ruangan terbuka, namun diapit 2 gedung. Kalian pasti ngerasain kalo angin di sekitar ruang terbuka itu cukup kencang. Ini persis waktu aku ngerasain jalan di sekitar apartemen bunda w "Casablanca East Resident" di Jakarta Timur, itu anginnya cukup kencang dan feeling-ku, kecepatan rata-ratanya diatas 4 lah dan cukup konstan (Need more research tho). Bahkan dari sini w sempat berfikir gimana kalo di tiap Apartemen begini, dipasangi turbin angin, kayaknya energi yang dihasilkan cukup banyak deh (#Random).

Ilustrasi ruang terbuka diapit 2 gedung
Baiklah, skip. Kembali ke topik awal, gedung-gedung ini bisa jadi faktor kenapa angin lebih kencang.

Bermodal Google, akupun mencari materi terkait "Wind between two Buildings Faster" atau kalo dibahasa Indonesiakan "Angin diantara 2 gedung lebih cepat". Percayalah, untuk materi Meteorologi, akan lebih kredibel dan banyak hasil pencahariannya kalo pake Bahasa Inggris, jadi harus terbiasa juga. Nah, aku nemu materi menarik nih.

Dari [3], massa udara saat melewati 2 bangunan menjadi dikompres/ditekan secara paksa sehingga kecepatan angin-nya bertambah menjadi beberapa kali lipat dibandingkan kecepatan angin yang sebenarnya. Belum lagi karena perbedaan kecepatan ini, kemungkinan turbulensi terjadi setelah angin melewati gedung pun lebih tinggi, yang tentunya bisa membuat golakan di sekitar daerah dan pastinya dapat membahayakan keseimbangan pengendara motor.

Ilustrasi Angin diantara 2 Gedung [3]
Masih berdasarkan [4], kecepatan angin akan kembali normal jika jarak gedung dengan angin sekitar 4 - 7 kali lebar jarak kedua gedung. Let's say jarak antar gedung 20 meter, jarak jembatan sebaiknya minimal 80 meter dari kedua gedung tersebut loh! Nah, dengan kepadatan kota Jakarta yang seperti ini, akan mustahil untuk membangun JLNT mengikuti konsep ini. Belum lagi, JLNT ini telah dibangun, sebaiknya pengendara Motor hendaklah mematuhi aturan, karena ini menyangkut keselamatan anda dan keluarga! Ingat loh keluarga anda menunggu di rumah!

Skala Beaufort (m/s) [4]
Nah, ada beberapa hal yang perlu kalian pertimbangkan. Anggap kecepatan angin sebenarnya tuh 5 m/s (yang harusnya sepoy-sepoy), setelah melewati gedung-gedung itu, kecepatannya jadi 10 m/s (jauh lebih kencang). Sekarang kita tambah dikit deh jadi 6 m/s, maka kecepatan angin yang kalian peroleh itu bisa jadi 12 m/s loh (kalau dalam skala Beaufort [4], itu masuk kategori angin kencang guys]. Lantas, gimana kalo ada Badai yang bawa angin 10 m/s. Itu sama aja kalian bakal dihempas angin 20 m/s dari samping (yang udah masuk kategori Gale atau angin yang sangat kencang dan secara tiba-tiba). Turbulen-nya pasti luar biasa kuat karena kalian juga mengendarai motor dari arah yang berbeda (kurang lebih 90 derajat) dari arah datangnya angin. Belum lagi dengan kecepatan yang berbeda pula, semakin kencang kalian berkendara, semakin tinggi turbulensi/golakan akan terjadi. Nah, Turbulensi ini akan membuat kalian sangat sulit menyeimbangkan motor loh! Itu matematika sederhananya.

Ilustrasi Skala Beaufort dengan Gambar [5]
Nah, jadi gimana? Masih mau mempertaruhkan nyawa demi memotong jalan 10 - 15 Menit? You were paid for work not for death, Be Safe!

Sumber:


Tidakkah kau berfikir? (Sebuah Puisi Kontemplasi)


Hai adik-adikku
Tidakkah kau berfikir?
Ibumu sudah tiada
Ayahmu sudah tua
Sudah tiba saatnya kita
Yang menjaga mereka

Hai adik-adikku
Tidakkah kau berfikir?
Dirimu telah dewasa
Seorang lelaki, bukan lagi tanggung jawab Ayah
Seorang lelaki, harus bisa mengemban amanah
Ambil beban ayahmu,
Sedikit saja bisa meringankan dia
Kalau belum kuat, paling tidak angkat beban dirimu sendiri
Itu selemah-lemahnya masalah

Hai adik-adikku
Tidakkah kau berfikir?
Ayah sudah sangat tua
Butuh kamu
Butuh aku
Butuh kita
Kita yang paling dipercaya
Kita yang paling diharapkan
Kita yang paling diperlukan
Kalau bukan kita, siapa lagi?

Adikku
Aku tidak memintamu menjadi diriku
Abangmu belum menjadi siapa-siapa kok
Adikku
Cobalah untuk berfikir
Apa yang kau mau
Apa yang kau harap
Apa tujuan hidupmu
Pesanku hanya satu
Apapun cita-citamu, taruh Ayahmu diantara itu
Dia yang selalu menaruh harapan
Dia yang selalu memikirkan
Dia yang selalu mencintai
Dia bukan pendendam
Dia bukan pembenci
Dia bukan pembatas diri
Lihatlah, dia cuman ingin memastikan
Anaknya punya masa depan
Se-simpel itu

Adikku
Tidakkah kau berfikir?

--

Ditulis dalam keadaan bingung

Puisi untuk Adik