Tentang Meteorologi Tropis
Sesuai dengan namanya, Meteorologi Tropis (Metrop) lebih ngebahas fenomena-fenomena Tropis yang ada di negara Tropis, tidak peduli skalanya apa, selagi itu masih di wilayah tropis, pasti akan didiskusikan. Metode kuliah di matkul ini terbilang cukup unik. Setiap minggu, pak Joko Wiratmo akan memberikan suatu topik yang akan didiskusikan oleh masing-masing kelompok, dan tiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi mereka. Contohnya gini, misal kita diskusi terkait Monsun atau Muson, nah monsun sendiri tuh ga cuman ada di Indonesia aja akan, ada juga di India, di bagian Peru, Aussie, Asia, dsb. Nah tiap kelompok akan membahas secara fisis monsun di daerah-daerah ini. Karena letak geografisnya yang berbeda, efek dan fisisnya juga pasti berbeda. Kenapa? Haft, silahkan cari bahannya di
Paper dan
Google yaps hahaha.
Tentang Meteorologi Lapisan Batas (Metlapbas)
"Bang ini teh apa ya? Kok serem" tanya pemuda kepada abangnya
Tenang, ini tidak serumit namanya kok. Dalam Meteorologi, kita mengenal istilah
boundary layer atau lapisan batas. Lapisan ini tebalnya paling ga sampe 3 km, tapi literally mengatur bagaimana cuaca diatas sana. Iya, sepenting itu loh lapisan ini. Di lapisan ini, terjadi begitu kompleks interaksi antara darat, laut, udara, bahkan dengan kehidupan manusia dan tumbuhan itu sendiri. Kalau di luar negeri, biasanya ada kelompok keahlian khusus untuk membahas interaksi yang terjadi di Boundary Layer ini, bahkan setiap tahunnya ada konfrensi Internasional untuk menunjang para ilmuan Boundary Layer ini loh :p Haft, 1 postingan ini tidak akan kupakai untuk membahas Metlapbas ya. Intinya gini, kita ada semacam praktikum ga official, baik itu pengamatan, hingga pengolahan data dengan berbagai metode dengan Matlab ataupun tools analisis lainnya. Di awal kita akan ditanya, apakah kelas mau ada UTS dan UAS atau tidak. Kalau tidak, outputnya adalah ..... Jeng-jeng Tugas Besar 1 kelas. Dulu kami diminta untuk buat Wind Tunnel, terus masing-masing kelompok diminta untuk presentasi ke mas Jun di akhir ...... Jangan tanya perasaan gue gimana, itung-itung latihan presentasi TA lah haha.
*Surprised in Spanish*
via GIPHY
Oh iya ..... Karena dosen Metlapbas kami dulu mas Jun, which is salah satu dosen favorit gue sewaktu diajarkan Metdin dan Metnum :") Gue sangat menikmati kelas ini loh! Haha
Tentang Meteorologi Sinoptik dan Analisis Cuaca
Nah, kalo yang ini ..... jangan ditanya haha. Karena Metsin itu salah satu yang paling ribet, tapi worth waktu dan pikiran lo haha. Metsin ini kerjaannya penting bgt loh, apalagi untuk Meteorologi Penerbangan. Ngolah datanya tuh gabisa dari data 1 stasiun aja, tapi literally data puluhan stasiun, diolah sedemikian rupa, untuk mendapatkan analisis sinoptik 1 Indonesia. Nah karena datanya yang super banyak dan capek ngumpulinnya, kerjaan ini jadinya kerjaan 1 kelas gitu hahaha. Yah begitulah :")))) Tenang aja kalo masalah nilai mah, aman lah kalo ngerjainnya bener (you don't say banget)
Tentang Pemodelan Hidrometeorologi
Pffftt, last but not least nih. Pemodelan Hidrometeotologi lanjutan Hidromet semester 6. Kalo yg di semester 6 kami belajar secara teori, yang ini benar-benar praktek. Pake tools pemodelan yang ada kayak WMS, dan belajar cara buat DAS serta mapping lainnya pake ArcGIS. Tools ini akan sangat berguna, bagi lulusan Mete yang ingin kerja di dunia Pertambangan ataupun perencanaan kota, karena bisa dipake untuk pemodelan perbaikan atau penambahan infrastruktur, dampak yang terjadi akan seperti apa. Jangan tanya teknisnya sama gue, super lupa! Tanya sama bos Edi langsung atau Ugi, anak bimbingan bos sejati hohoho.
via GIPHY
Jadi kesimpulannya apa bang?
Dari yang aku rasakan, di tingkat akhir ini, cikal bakal kalian udah kebentuk banget lah. Akan terlihat mana yang bakal jadi ilmuan, ataupun ahli Hidromet, engineering minded, pertanian, bisnis, dsb. Di tahun-tahun ini, polanya udah sangat terlihat dan mostly udah pada enjoy (atau pasrah?) dalam menjalani kehidupan berikutnya.
"Kalau kau dulu kemana bang?"
Gamaksud untuk sombong, ku sudah sangat dicukupkan untuk lanjut ke bagian ilmuan deh. Sempat ingin lanjut S2 dan S3, namun ternyata hati berkata lain. Diriku fokus ke Data dan Business Analyst yang ternyata kerjaannya ga jauh-jauh amat lah dari yang gue pelajarin. Hanya beda input dan output datanya saja. Both unique in their own ways, both complex in their unique cases. Gue gabisa bilang Mete lebih kompleks dari Customer, karena ..... siapa sih yang tahu hatinya customer, ada puluhan faktor kan yang membuat customer jadi beli atau ga, ada puluhan faktor kan yang membuat Hujan turun atau ga. Lantas, apa yang perlu seorang Meteorologist dan Business Analyst lakukan? Iya, kami dekati dengan data. Simple, kalo ada gap dan error mah itu hal biasa, Hoho